Asosiasi Logistik Enggan Gunakan Data "Dwell Time" dari Pelindo II

Kompas.com - 31/03/2017, 07:30 WIB
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Asosiasi Logistik Indonesia, Zaldy Ilham Masita menghimbau pemerintah agar tidak menggunakan data waktu tunggu petikemas (dwell time) impor dari PT Pelindo II (Persero).

Menurut Zaldy, PT Pelindo II (Persero) menyatakan dwell time impor sudah 2,7 hari namun kenyataannya masih lebih dari 3,9 hari.

"Seharusnya pakai data yang valid dari Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok sebagai lembaga yang netral," ujar Zaldy dalam keterangan tertulisnya, Kamis (30/3/2017).

Menurut dia, akibat dari kesalahan data tersebut, Pemerintah Joko Widodo kerap salah dalam melihat dwell time sejak awal.

"Jangan lihat hanya dari fisik (petikemas). Bisa jadi petikemasnya sudah keluar dari pelabuhan tapi dokumen impornya belum beres," kata Zaldy.

Menurut dia, dalam hal ini, pemerintah dapat menaruh perhatian dan jangan pelit untuk investasi sistem teknologi informasi di pelabuhan.

Lebih lanjut, Zaldy menyarankan agar dwell time impor ideal untuk jalur hijau dan kuning bisa mencapai satu hari dan jalur merah 1 minggu.

Akan tetapi, jangan sampai upaya mengurangi dwell time yang dilakukan Pelindo II menjadi langkah pragmatis dan malah menambah ongkos logistik.

"Kalau dwell time dibikin cepat tapi hanya dipindahkan ke depo swasta, ongkosnya malah lebih mahal bagi importir," kata Zaldy.

Bantahan Pelindo II

 

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.