Sejumlah Pihak Tanggapi Positif Kerja Sama GO-JEK dan Blue-Bird

Kompas.com - 31/03/2017, 19:56 WIB
Penulis Aprillia Ika
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi menanggapi positif kolaborasi antara GO-JEK dan Blue Bird.

Seperti diketahui, dua operator transportasi berbeda sistem itu baru saja meluncurkan satu format kerja sama bernama GO-BLUEBIRD pada Kamis (30/3/2017).

(Baca: Taksi BlueBird Gandeng GO-JEK luncurkan GO-BLUEBIRD)

"Ini positif. Sudah saatnya bergabung agar terhindar dari minimnya konsumen karena banyak yang beralih ke angkutan online," kata Tulus melalui keterangan pers Jumat (31/3/2017).

Dia memberikan saran agar operator transportasi lainnya juga sudah saatnya berkolaborasi.

"Dengan begitu maka pelayanan menjadi lebih mudah dan nyaman," lanjutnya.

Anggota Dewan Kehormatan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Ellen W Tangkudung menambahkan bahwa kolaborasi antara GO-JEK dan Blue Bird merupakan hal yang baik.

"Kerja sama tersebut mencerminkan adanya kesamaan tujuan," ujarnya.

(Baca: Kerja Sama GO-JEK dan Blue Bird Ciptakan Iklim Bisnis yang Kondusif)

Sementara akademisi dan praktisi bisnis Rhenald Kasali menilai kerja sama GO-JEK dan Blue Bird merupakan sebuah langkah maju.

"Pepatah mengatakan "if you cannot beat them, joint them." Di situ ada peran melengkapi sekaligus bangun new platform," kata dia.

Menurut dia, platformnya GO-JEK adalah sharing economy, sedangkan Blue Bird adalah owning economy. Lebih bagus lagi, bila Blue Bird mengubah platformnya, sehingga bisa mendisrup industri ini dan memberikan lebih besar value ke network dan customernya.

"Kalau sekarang, Blue Bird baru masuk tahap online-isasi dan harga akan drop. Bila platformnya sama dengan yang lama, cost structure akan menggerus EBITDA begitu kita menghitung Net Earning-nya," urai Rhenald.

Kunci PM 32/2016 di Tangan Pemda

Menurut Tulus, diterapkannya regulasi Peraturan Menteri Perhubungan (PM) Nomor 32 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang Tidak Dalam Trayek merupakan hal penting.

Regulasi tersebut menjaga keseimbangan agar tidak ada yang merasa dirugikan, sebab memang diperlukan peraturan yang memayungi usaha taksi online.

Sementara Ellen memberikan catatan terkait kerja sama tersebut serta pelaksanaan PM 32/2016. Menurut dia, koordinasi antara pemerintah dan daerah harus lebih intens.

"Dalam hal ini pemerintah pusat jangan lepas tangan, Pemda harus dikawal," kata Ellen.

Sedangkan Rhenald Kasali mengatakan bahwa kuncinya penerapan PM 32/2016 ada di tangan Pemda, yakni bagaimana mereka bisa mendengar dan memahami perubahan pasar.

Pemda juga harus paham bahwa sebagian besar pemain lama berada dalam ancaman disrupsi, tetapi bukan berarti harus menghalangi pembaharuan.

"Mereka harus bersama-sama mendisrupsi diri karena pemerintah sudah mengakui keberadaan dunia online dan menjadi sektor usaha yang resmi," tegasnya.

(Baca: Blue Bird Nilai PM 32 Tahun 2016 Beri Kepastian Hukum Taksi "Online")

Dengan demikian,
pekerjaan rumah Pemda adalah bagaimana menjaga komunitas baru ini agar jangan oversuplai lagi, seperti halnya angkot saat pemerintah membuka pasar sepeda motor.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Redam Inflasi, Kenaikkan Harga Pertalite Perlu Dihindari

Redam Inflasi, Kenaikkan Harga Pertalite Perlu Dihindari

Whats New
Poin-poin Nota Keuangan 2023, dari Pertumbuhan Ekonomi hingga Lifting Migas

Poin-poin Nota Keuangan 2023, dari Pertumbuhan Ekonomi hingga Lifting Migas

Whats New
Seluruh Jawa-Bali PPKM Level 1, Kemendagri Ingatkan Percepatan Vaksinasi 'Booster'

Seluruh Jawa-Bali PPKM Level 1, Kemendagri Ingatkan Percepatan Vaksinasi "Booster"

Whats New
Jokowi Targetkan Angka Kemiskinan Turun jadi 7,5 Persen di 2023

Jokowi Targetkan Angka Kemiskinan Turun jadi 7,5 Persen di 2023

Whats New
Menaker Sebut Buruh yang Dirumahkan pada 2020-2021 Sudah Kembali Bekerja

Menaker Sebut Buruh yang Dirumahkan pada 2020-2021 Sudah Kembali Bekerja

Whats New
Strategi MenkopUKM, Modernisasi Koperasi Pangan hingga Gaet Generasi Muda

Strategi MenkopUKM, Modernisasi Koperasi Pangan hingga Gaet Generasi Muda

Whats New
Belanja Negara Tembus Rp 3.041 Triliun pada 2023, Berapa Anggaran yang Mengalir ke Daerah?

Belanja Negara Tembus Rp 3.041 Triliun pada 2023, Berapa Anggaran yang Mengalir ke Daerah?

Whats New
IHSG Ditutup Menguat 0,57 Persen, 3 Saham Ini Catatkan Penguatan Paling Tinggi

IHSG Ditutup Menguat 0,57 Persen, 3 Saham Ini Catatkan Penguatan Paling Tinggi

Whats New
Cara Cek Nomor, Pulsa, dan Masa Aktif Kartu Axis 2022

Cara Cek Nomor, Pulsa, dan Masa Aktif Kartu Axis 2022

Spend Smart
BSU 2022 Kapan Cair? Menaker: Tunggu Arahan Menko Perekonomian

BSU 2022 Kapan Cair? Menaker: Tunggu Arahan Menko Perekonomian

Whats New
Andalkan APBN, Jokowi Patok Target Inflasi 2023 Jadi 3,3 Persen

Andalkan APBN, Jokowi Patok Target Inflasi 2023 Jadi 3,3 Persen

Whats New
Bluebird Tanam 5.000 Bibit Mangrove di Pantai Timur Surabaya

Bluebird Tanam 5.000 Bibit Mangrove di Pantai Timur Surabaya

Whats New
Biaya Rp 2.500, Simak Cara Transfer Antarbank via BI Fast di BRImo

Biaya Rp 2.500, Simak Cara Transfer Antarbank via BI Fast di BRImo

Spend Smart
Cara Membuka Blokir ATM BCA dengan Mudah, Bisa Lewat HP

Cara Membuka Blokir ATM BCA dengan Mudah, Bisa Lewat HP

Whats New
Lebih Tinggi, Jokowi Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi Tahun Depan 5,3 Persen

Lebih Tinggi, Jokowi Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi Tahun Depan 5,3 Persen

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.