Berapa Ekspektasi "Return" yang Wajar di Reksa Dana Pasar Uang?

Kompas.com - 03/04/2017, 10:30 WIB
Ilustrasi THINKSTOCKIlustrasi
EditorAprillia Ika

Bagaimana dengan tren suku bunga yang terus menurun?

Dengan tingkat inflasi yang terkendali dan tingkat suku bunga yang terus menurun, sedikit banyak akan mempengaruhi kinerja reksa dana pasar uang. Sebab sebagian besar portofolio investasi ditempatkan pada deposito yang mengikuti suku bunga perbankan.

Meski demikian, perlu diketahui bahwa sistem keuangan di perbankan Indonesia saat ini belum terdiversifikasi secara merata. Artinya ada bank-bank tidak ada masalah dengan pendanaan sehingga bisa memberikan bunga yang rendah, sebaliknya ada juga bank-bank yang sangat butuh pendanaan sehingga berani memberikan tingkat bunga yang tinggi.

Karena rata-rata dana kelolaan reksa dana pasar uang mencapai angka miliaran bahkan triliunan, manajer investasi yang rajin mencari peluang umumnya bisa mendapatkan penawaran yang baik. Belum lagi, karena besarnya dana penempatan tingkat bunganya bisa lebih tinggi daripada standar yang ada.

Alternatifnya, manajer investasi juga bisa menempatkan dana pada obligasi jangka pendek yang umumnya memberikan tingkat bunga di atas deposito. Risiko dari obligasi jangka pendek ini adalah terkadang sulit di cari dan harganya bisa berfluktuasi.

Dengan kombinasi antara obligasi jangka pendek dan deposito, bisa jadi reksa dana pasar uang yang dikelola bisa memberikan tingkat keuntungan yang di atas kisaran 5-6 persen.

Walaupun demikian, investor sebaiknya tetap menggunakan angka 5-6 persen sebagai acuan. Sebab harapan yang terlalu tinggi akan menyebabkan kekecewaan mendalam di masa mendatang apabila kinerjanya tidak sesuai harapan.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Berbeda dengan reksa dana lain yang bisa mengalami kerugian karena harga fluktuasi harga, risiko ini sangat-sangat minim di reksa dana pasar uang.

Apabila ada reksa dana pasar uang yang membukukan kerugian dalam periode 1 tahun dan tidak ada penjelasan yang logis, ada baiknya investor segera mempertimbangkan reksa dana lain.

Demikian artikel ini, semoga bermanfaat.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lagi, Kredivo Dapat Suntikan Dana Segar Rp 1,4 Triliun

Lagi, Kredivo Dapat Suntikan Dana Segar Rp 1,4 Triliun

Rilis
BPK Berikan Opini WTP untuk Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Tahun 2020

BPK Berikan Opini WTP untuk Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Tahun 2020

Whats New
Sudah Dapat Izin Edar, Erick Thohir Ingatkan Penggunaan Ivermectin Harus Gunakan Resep Dokter

Sudah Dapat Izin Edar, Erick Thohir Ingatkan Penggunaan Ivermectin Harus Gunakan Resep Dokter

Whats New
CPNS 2021, Ini 34 Formasi Tenaga Kesehatan yang Wajib Pakai STR

CPNS 2021, Ini 34 Formasi Tenaga Kesehatan yang Wajib Pakai STR

Whats New
BPK Temukan 6 Masalah Program PEN, Dana Rp 1,69 Triliun Tak Sesuai Ketentuan

BPK Temukan 6 Masalah Program PEN, Dana Rp 1,69 Triliun Tak Sesuai Ketentuan

Whats New
Minat Jadi Dropshipper? Persiapkan 5 Hal Ini

Minat Jadi Dropshipper? Persiapkan 5 Hal Ini

Whats New
[KURASI KOMPASIANA] Bisakah Kita Memahami Penderitaan Korban Pelecehan Seksual?

[KURASI KOMPASIANA] Bisakah Kita Memahami Penderitaan Korban Pelecehan Seksual?

Rilis
Gandeng Hartadinata, Antam Luncurkan Perhiasan dan Emas Ukuran Mikro

Gandeng Hartadinata, Antam Luncurkan Perhiasan dan Emas Ukuran Mikro

Whats New
Terus Tumbuh, Uang Beredar Hampir Tembus Rp 7.000 Triliun

Terus Tumbuh, Uang Beredar Hampir Tembus Rp 7.000 Triliun

Whats New
Peserta Tapera Bakal Diperluas hingga Pegawai Swasta

Peserta Tapera Bakal Diperluas hingga Pegawai Swasta

Whats New
Teten Masduki: Izin Edar Produk Pangan Didominasi Pelaku Usaha Menengah dan Besar

Teten Masduki: Izin Edar Produk Pangan Didominasi Pelaku Usaha Menengah dan Besar

Whats New
Temukan 444 Tautan Penjualan Bahan Berbahaya di Marketplace, Kemendag Perketat Pengawasan

Temukan 444 Tautan Penjualan Bahan Berbahaya di Marketplace, Kemendag Perketat Pengawasan

Rilis
BPKP Temukan 40 Persen Belanja Pemda Tak Ada Manfaatnya

BPKP Temukan 40 Persen Belanja Pemda Tak Ada Manfaatnya

Whats New
UMR adalah Upah Minimum Regional, Apa Bedanya dengan UMP dan UMK?

UMR adalah Upah Minimum Regional, Apa Bedanya dengan UMP dan UMK?

Whats New
Menperin Imbau Pelaku Industri Terapkan Prokes Ketat dalam Kegiatan Produksi

Menperin Imbau Pelaku Industri Terapkan Prokes Ketat dalam Kegiatan Produksi

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X