Berapa Ekspektasi "Return" yang Wajar di Reksa Dana Pasar Uang?

Kompas.com - 03/04/2017, 10:30 WIB
Ilustrasi THINKSTOCKIlustrasi
EditorAprillia Ika

Dalam investasi, dikenal prinsip high risk high return dan low risk low return. Reksa dana pasar uang merupakan jenis reksa dana yang tingkat risikonya paling konservatif. Berapakah ekspektasi tingkat return yang wajar untuk reksa dana pasar uang ini?

Return adalah tingkat pengembalian yang diterima pada saat melakukan investasi. Sementara risk adalah tingkat risiko yang dialami investor. Bentuk risiko bisa berupa tingkat return yang diperoleh lebih rendah dari ekspektasi atau mengalami kerugian dari nilai pokok investasinya.

Dibandingkan jenis lainnya, reksa dana pasar uang hanya berinvestasi pada instrumen pasar uang atau surat berharga yang jatuh temponya di bawah 1 tahun dan memberikan bunga atau kupon seperti deposito dan obligasi.

Untuk itu, potensi tingkat pengembalian reksa dana pasar uang bisa diperkirakan dari tingkat bunga bank dan kupon obligasi jangka pendek yang berlaku. Meski demikian, mendapatkan isi portofolio reksa dana pasar uang secara utuh untuk bisa memperkirakan tingkat return rasanya tidak memungkinkan.

Belum lagi isi portofolio bisa berubah apabila manajer investasi mendapatkan penawaran yang lebih baik atau ada aliran dana keluar masuk ke reksa dana. Untuk itu, tingkat return reksa dana pasar yang wajar bisa dicari melalui pendekatan data historis.

Dengan melihat kinerja selama beberapa tahun ke belakang, bisa diperoleh gambaran kisaran kinerja secara historisnya. Sebagai contoh data perbandingan untuk Panin Dana Likuid yang dikelola Panin Asset Management dan rata-rata reksa dana pasar uang secara umum adalah sebagai berikut :

Infovesta.com, diolah Tabel

Pada tabel di atas dapat dilihat bahwa tingkat return secara historis untuk rata-rata reksa dana pasar uang secara umum adalah berkisar antara 4,63 persen - 7,03 persen. Sementara kinerja Panin Dana Likuid berkisar antara 5,5 persen - 6,72 persen untuk periode 2013 – 2016.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Secara historis, terkadang kinerja reksa dana pasar uang bisa di atas dan di bawah rata-rata pasar. Hal ini memang lumrah karena produk yang ada cukup banyak sehingga kinerja manajer investasi terkadang bisa lebih baik, terkadang bisa juga tidak.

Dengan menggunakan data tersebut, bisa disimpulkan bahwa ekspektasi tingkat return yang wajar untuk reksa dana pasar uang adalah sebesar 5-6 persen per tahun.

Apabila anda mendapati reksa dana dengan kinerja di bawah 5 persen, bisa jadi pengelolaan manajer investasi kurang optimal. Sebaliknya jika kinerja reksa dana di atas 6 persen, berarti manajer investasi melakukan pekerjaan yang baik dalam pengelolaannya.

Bagaimana dengan tren suku bunga yang terus menurun?

Dengan tingkat inflasi yang terkendali dan tingkat suku bunga yang terus menurun, sedikit banyak akan mempengaruhi kinerja reksa dana pasar uang. Sebab sebagian besar portofolio investasi ditempatkan pada deposito yang mengikuti suku bunga perbankan.

Meski demikian, perlu diketahui bahwa sistem keuangan di perbankan Indonesia saat ini belum terdiversifikasi secara merata. Artinya ada bank-bank tidak ada masalah dengan pendanaan sehingga bisa memberikan bunga yang rendah, sebaliknya ada juga bank-bank yang sangat butuh pendanaan sehingga berani memberikan tingkat bunga yang tinggi.

Karena rata-rata dana kelolaan reksa dana pasar uang mencapai angka miliaran bahkan triliunan, manajer investasi yang rajin mencari peluang umumnya bisa mendapatkan penawaran yang baik. Belum lagi, karena besarnya dana penempatan tingkat bunganya bisa lebih tinggi daripada standar yang ada.

Alternatifnya, manajer investasi juga bisa menempatkan dana pada obligasi jangka pendek yang umumnya memberikan tingkat bunga di atas deposito. Risiko dari obligasi jangka pendek ini adalah terkadang sulit di cari dan harganya bisa berfluktuasi.

Dengan kombinasi antara obligasi jangka pendek dan deposito, bisa jadi reksa dana pasar uang yang dikelola bisa memberikan tingkat keuntungan yang di atas kisaran 5-6 persen.

Walaupun demikian, investor sebaiknya tetap menggunakan angka 5-6 persen sebagai acuan. Sebab harapan yang terlalu tinggi akan menyebabkan kekecewaan mendalam di masa mendatang apabila kinerjanya tidak sesuai harapan.

Berbeda dengan reksa dana lain yang bisa mengalami kerugian karena harga fluktuasi harga, risiko ini sangat-sangat minim di reksa dana pasar uang.

Apabila ada reksa dana pasar uang yang membukukan kerugian dalam periode 1 tahun dan tidak ada penjelasan yang logis, ada baiknya investor segera mempertimbangkan reksa dana lain.

Demikian artikel ini, semoga bermanfaat.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sebelum Tukar Dollar AS, Cek Kurs Rupiah di 5 Bank Besar

Sebelum Tukar Dollar AS, Cek Kurs Rupiah di 5 Bank Besar

Spend Smart
Anggaran di Kabupaten Habis untuk Administrasi dan Birokrasi

Anggaran di Kabupaten Habis untuk Administrasi dan Birokrasi

Whats New
Turun Rp 2.000, Simak Rincian Harga Emas Batangan Antam Hari Ini

Turun Rp 2.000, Simak Rincian Harga Emas Batangan Antam Hari Ini

Whats New
Nasib Garuda: Utang Urung Dibayar, Bunga Terus Menggunung

Nasib Garuda: Utang Urung Dibayar, Bunga Terus Menggunung

Whats New
Rincian Harga Emas Batangan 0,5 Gram hingga 1 Kg di Pegadaian Terbaru

Rincian Harga Emas Batangan 0,5 Gram hingga 1 Kg di Pegadaian Terbaru

Spend Smart
TKA Masuk Industri Strategis, Luhut: Enggak Boleh Marah, Ada Alih Teknologi

TKA Masuk Industri Strategis, Luhut: Enggak Boleh Marah, Ada Alih Teknologi

Whats New
Bangun Tech Talent, Indonesia Gandeng Singapura

Bangun Tech Talent, Indonesia Gandeng Singapura

Whats New
Sandiaga Uno: Bali Bakal Jadi Pilot Project Wisata Berbasis Vaksin

Sandiaga Uno: Bali Bakal Jadi Pilot Project Wisata Berbasis Vaksin

Whats New
Tawaran Pinjaman Online Masuk lewat SMS dan WA, Ini Kata OJK

Tawaran Pinjaman Online Masuk lewat SMS dan WA, Ini Kata OJK

Whats New
[POPULER MONEY] Daftar Gaji UMR Tertinggi | Instansi yang Buka Formasi CPNS untuk Lulusan SMA

[POPULER MONEY] Daftar Gaji UMR Tertinggi | Instansi yang Buka Formasi CPNS untuk Lulusan SMA

Whats New
Hindari Burnout, Bumble Izinkan Karyawannya Libur Sepekan Penuh

Hindari Burnout, Bumble Izinkan Karyawannya Libur Sepekan Penuh

Whats New
Tindakan China Makin Keras, Harga Bitcoin Anjlok ke Bawah 30.000 Dollar AS

Tindakan China Makin Keras, Harga Bitcoin Anjlok ke Bawah 30.000 Dollar AS

Whats New
[KURASI KOMPASIANA] Pengalaman Vaksinasi Covid-19 | Hikmah Jalani Isoman 2 Minggu | Mood yang Sering Naik-Turun

[KURASI KOMPASIANA] Pengalaman Vaksinasi Covid-19 | Hikmah Jalani Isoman 2 Minggu | Mood yang Sering Naik-Turun

Rilis
Ini Saham-saham yang Paling Terdampak Jika Ekonomi Kembali Lesu

Ini Saham-saham yang Paling Terdampak Jika Ekonomi Kembali Lesu

Whats New
Geser Raffi Ahmad, Deddy Corbuzier Menjadi Youtuber Paling Kaya di Indonesia

Geser Raffi Ahmad, Deddy Corbuzier Menjadi Youtuber Paling Kaya di Indonesia

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X