Di Venezuela, Jumlah Uang Beredar Melonjak 200 Persen

Kompas.com - 04/04/2017, 12:00 WIB
Para pengunjuk rasa menuding pemerintah Presiden Nicolas Maduro membawa Venezuela kepada kebangkrutan. Kaum oposisi berunjuk rasa setiap pekan, namun kali ini diyakini melibatkan masa paling besar. EPA/BBCPara pengunjuk rasa menuding pemerintah Presiden Nicolas Maduro membawa Venezuela kepada kebangkrutan. Kaum oposisi berunjuk rasa setiap pekan, namun kali ini diyakini melibatkan masa paling besar.
|
EditorAprillia Ika

CARACAS, KOMPAS.com - Jumlah uang beredar di Venezuela yang sedang dilanda krisis melonjak 200 persen dalam setahun. Ini adalah peningkatan paling cepat sejak pencatatan dilakukan pada tahun 1940.

Melimpahnya jumlah uang yang beredar seperti kondisi yang dialami Venezuela ini akan mendorong inflasi meroket dengan cepat pula. Jika ini terjadi, maka inflasi di Venezuela akan menjadi yang tertinggi di dunia.

Mengutip Reuters, Jumat (4/4/2017), bank sentral Venezuela pada akhir pekan lalu menyatakan, jumlah uang beredar di masyarakat (M2) per 24 Maret 2017 mencapai 13,3 triliun bolivar.

Angka tersebut naik 202,9 persen secara tahunan. Sebagai perbandingan, pada periode yang sama, jumlah uang beredar di Amerika Serikat hanya naik 6,4 persen.

Venezuela kini tengah mengalami krisis ekonomi parah, di mana masyarakat mengalami kekurangan pasokan pangan. Adapun inflasi di Venezuela diprediksi bakal mencapai tiga digit.

Akan tetapi, Venezuela tidak memberikan data resmi mengenai inflasi di negara itu. Kenaikan eksponensial pada M2, dipadukan dengan cek, tabungan, deposito, maupun produk simpanan lainnya, maka akan memicu kenaikan eksponensial pada jumlah uang beredar.

Dikombinasikan dengan penurunan output barang dan jasa, maka inflasi akan meroket. Dalam situs resminya, bank sentral Venezuela memaparkan lima lembar kerja berbeda yang menunjukkan data persediaan uang sejak tahun 1940.

Saat itu dan kini, ekspor utama Venezuela adalah minyak. Venezuela, yang sangat bergantung pada minyak, mengalami krisis ekonomi parah sejalan dengan anjloknya harga minyak dunia beberapa tahun lalu. Inflasi di negara itu pun melonjak dengan sangat pesat.

Majelis Nasional Venezuela menyatakan, inflasi secara tahunan hingga Februari 2017 lalu mencapai 741 persen. 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X