5 Berita Populer Ekonomi: Sisi Lain "Tax Amnesty", Deflasi, hingga Menteri Susi

Kompas.com - 06/04/2017, 07:07 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani berdialog dengan kuasa hukum wajib pajak yang antre mengikuti program pengampunan pajak tahap ke-3 di kantor pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta, Jumat (31/3). Karena banyaknya peserta pengampunan pajak, pada pukul 22.00, DJP menetapkan kondisi luar biasa, yaitu berkas wajib pajak akan diterima oleh petugas pajak tanpa diperiksa terlebih dahulu dan diberi tanda terima sementara sehingga mempercepat antrean. KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO Menteri Keuangan Sri Mulyani berdialog dengan kuasa hukum wajib pajak yang antre mengikuti program pengampunan pajak tahap ke-3 di kantor pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta, Jumat (31/3). Karena banyaknya peserta pengampunan pajak, pada pukul 22.00, DJP menetapkan kondisi luar biasa, yaitu berkas wajib pajak akan diterima oleh petugas pajak tanpa diperiksa terlebih dahulu dan diberi tanda terima sementara sehingga mempercepat antrean.
Penulis Aprillia Ika
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Berita mengenai tax amnesty rupanya menyedot perhatian pembaca kanal ekonomi Kompas.com, terutama misteri siapa konglomerat yang membayar uang tebusan Rp 1 triliun di detik akhir berakhirnya program tax amnesty pada 31 Maret 2017 lalu.

(Baca: Detik-detik Akhir "Tax Amnesty", Satu Konglomerat Bayar Tebusan Rp 1 Triliun)

Dengan demikian, hal-hal seputar tax amnesty masih layak untuk disimak kembali bagi para pembaca kala ekonomi Kompas.com, terutama kebijakan yang akan dilakukan Ditjen Pajak pasca tax amnesty.

(Baca: Apa Kabar Wacana Pemisahan Ditjen Pajak dari Kementerian Keuangan?)

Selain itu, berita lain yang layak disimak adalah kejutan deflasi di Maret. hal itu menunjukkan kuatnya pengendalian pemerintah menekan inflasi.

Namun, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution berencana untuk tetap mengendalikan inflasi lebih lanjut dengan menekan harga gula dan daging. Artinya, pemerintah tidak mau terlena dengan kejutan deflasi tersebut.

(Baca: Maret Deflasi, Menko Darmin Tetap Ingin Tekan Harga Gula dan Daging)

Selain itu, berita mengenai taksi online juga masih populer. Yang paling disimak adalah tarif taksi online. Pasalnya, dalam ketentuan baru Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 26 Tahun 2017 atau PM 26, tarif taksi online tidak akan jauh berbeda dengan taksi konvensional.

(Baca: Kemenhub Pastikan Tarif Taksi "Online" Lebih Murah dari Konvensional dan baca juga: YLKI: Tarif Taksi "Online" Tidak Lebih Murah dari Taksi Biasa

Berikut lima berita populer ekonomi pada Rabu (5/4/2017) kemarin yang layak Anda simak kembali pagi ini:

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X