Nasib Pertukaran Informasi Perbankan di Tengah Kepentingan Antar Negara

Kompas.com - 06/04/2017, 18:52 WIB
Ilustrasi pajak THINKSTOCKIlustrasi pajak
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorM Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com - Seratus satu negara telah bersepakat menerapkan pertukaran informasi perbankan untuk kepentingan perpajakan atau (Automatic Exchange of Information) mulai 2018.

Namun, ketentuan itu dinilai tidak akan mudah diterapkan. Sebab setiap negara memiliki kepentingan masing-masing dan akan berusaha menjaga kepentingan tersebut.

"Bukankah masing-masing negara memiliki kepentingan agar investor asing simpan dana di sana, jadi mereka punya kepentingan," ujar peneliti Indef Ahmad Heri Firdaus di Jakarta, Kamis (6/4/2017).

Menurut ia, kebijakan itu akan lebih sulit dipraktikkan di negara-negara yang sangat bergantung kepada dana asing. Biasanya negara-negara tersebut memiliki tarif pajak kecil.

Hal ini juga dinilai menjadi salah satu penyebab tidak optimalnya dana yang di bawa pulang ke Indonesia melalui tax amnesty.

"Jadi kesimpulannya ke depan, kita jangan tergantung kepada AEoI karena ini tidak bisa menjadi solusi satu-satunya untuk mencari dana WNI di luar negeri," kata Ahmad.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X