KKP Gandeng FAO Kembangkan Pakan Mandiri Budidaya Ikan

Kompas.com - 07/04/2017, 18:44 WIB
Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Slamet Soebjakto dan Kepala Regional FAO- Asia Pasifik. Prof Weimin Miao Dok Ditjen Perikanan Budidaya KKPDirektur Jenderal Perikanan Budidaya Slamet Soebjakto dan Kepala Regional FAO- Asia Pasifik. Prof Weimin Miao
Penulis Achmad Fauzi
|
EditorM Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggandeng Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (Food and Agriculture Organization/FAO) dalam mengembangkan pakan mandiri untuk perikanan di Indonesia.  

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP Slamet Soebjakto mengatakan, dalam kerja sama ini FAO sepakat mengalokasikan bantuan untuk proyek pakan mandiri senilai Rp 3,25 miliar. 

Menurut dia, terdapat empat fokus dalam kerja sama ini yakni pertama penyediaan informasi dasar terkait ketersediaan suplai bahan baku, kebutuhan nutrisi, jenis, dan formulasi pakan khususnya untuk pakan ikan patin di Indonesia. Kedua, pemanfaatan varian bahan baku pakan ikan lokal yang potensial dimanfaatkan. 

"Ketiga, perbaikan formulasi dan kualitas pakan ikan yang diproduksi kelompok Gerpari. Keempat, optimalisasi strategi farm feed management," ujar Slamet dalam keterangannya, Jumat (7/4/2017). 

Slamet menuturkan, untuk tahap awal kerja sama ini akan dilakukan percontohan pembuatan pakan mandiri dan percontohan penggunaan pakan mandiri disertai dengan cara pemberian pakan yang baik 

"Percontohan ini akan dilakukan dengan cara melibatkan 30-40 orang pembudidaya dengan mekanisme cost sharing, dan diharapkan akan menjadi model rujukan bagi pengelolaan pakan mandiri di berbagai daerah di Indonesia," tuturnya. 

Sementara itu, Kepala Regional FAO Asia Pasifik Weimin Miao mengapresiasi KKP karena memperhatikan isu penting dan strategis dalam mata rantai produksi budidaya yaitu terkait pakan.

Miao mengatakan, bersama KKP, pihaknya akan memonitor implementasi pengembangan pakan mandiri di Indonesia. 

"FAO mendukung penuh usaha pemerintah Indonesia dalam mencapai kemandirian pakan, sehingga, keberhasilan pengembangan pakan mandiri di Indonesia dapat menjadi rujukan tersendiri di level Asia Pasifik, terlebih saat ini Indonesa menjadi negara pertama di dunia yang memberikan perhatian terhadap kemandirian pakan ikan yang dilaksanakan masyarakat," tandasnya. 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X