Palangkaraya Belum Tentu Jadi Ibu Kota, Bappenas Baru Berencana Bentuk Tim Kajian

Kompas.com - 10/04/2017, 14:45 WIB
Suasana kabut asap yang menyelimuti Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah (27/10/2015). Meski hujan deras mengguyur Kota Palangkaraya malam sebelumnya, kabut asap pekat masih menyelimuti Bumi Tambun Bungai. KOMPAS.com / YOHANES KURNIA IRAWANSuasana kabut asap yang menyelimuti Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah (27/10/2015). Meski hujan deras mengguyur Kota Palangkaraya malam sebelumnya, kabut asap pekat masih menyelimuti Bumi Tambun Bungai.
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali mewacanakan pemindahan Ibu Kota Jakarta ke daerah yang dianggap layak dijadikan Ibu Kota. Adapun alasan pemindahan Ibu Kota, agar letak pusat pemerintahan menjadi lebih strategis.

Terkait wacana tersebut, Presiden pun lantas menginstruksikan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional atau Bappenas untuk melakukan kajian terkait daerah-daerah mana saja yang layak dijadikan Ibu Kota.

"Ini Bapak Presiden menginstruksikan Bappenas, ya Bappenas harus melaksanakan," kata Deputi Bidang Pengembangan Regional Bappenas, Arifin Rudiyanto di Jakarta, Senin (10/4/2017).

Guna merealisasikan keinginan Presiden, Bappenas tengah membentuk tim yang nantinya akan melakukan kajian kelayakan daerah-daerah yang berpotensi bisa menjadi Ibu Kota.

"Ini baru mau dibentuk semacam teknis pengkajiannya seperti apa. Kalau daerahnya di mana saja kami belum tahu, yang pasti kami mengkaji syarat-syarat untuk menjadi Ibu Kota itu apa saja sih, secara lingkungan, geografi, sosial politik seperti apa," tutur Arifin.

Kajian yang dilakukan tim bentukan Bappenas ini pun dikatakan Arifin, akan mencontoh beberapa negara yang sebelumnya telah melakukan pemindahan Ibu Kota negaranya.

"Kami harus lihat pengalaman negara lain, misalnya Brazil membangun Ibu Kota baru namanya Brazilia, kemudian Kazakhstan Ibu Kota baru namanya Astana. Kami akan pelajari bagaimana mereka memindahkan, apa saja yang menjadi variabel, di antara variabel-variabel itu mana yang paling cocok untuk diterapkan di Indonesia," ucapnya.

Palangkaraya

Terkait wacana pemindahan Ibu Kota Jakarta ke Palangkaraya Kalimantan Tengah, Arifin tidak bisa menyebutkan secara pasti, karena menurutnya harus terlebih dahulu dilakukan kajian secara teknis.

"Lokasi belum tahu, kita cari variabelnya seperti apa. Kalau Palangkaraya cocok ya Palangkaraya," lanjut Arifin. 

Menurut dia, yang pasti, Jakarta ke depan sudah semakin sumpek, sehingga Bappenas berencana mempertahankan Jakarta sebagai pusat pertumbuhan ekonomi saja.

Sementara untuk pusat pemerintahan, Bappenas akan mencari wilayah ibu kota baru. Ibu kota baru tersebut merupakan wilayah yang betul-betul memenuhi syarat secara lingkungan, letak geografis dan lainnya.

(Baca: Pemindahan Ibu Kota ke Palangkaraya Dikaji Bappenas )

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X