Pertamina EP Cepu Ingin Ambilalih Lapangan Jambaran Tiung Biru dari ExxonMobil

Kompas.com - 10/04/2017, 16:00 WIB
Ilustrasi: Pengeboran Lapangan Banyu Urip di Blok Cepu, Bojonegoro, Jawa Timur, diresmikan Selasa (30/4/2013), yang ditandai dengan penekanan sirine, antara lain oleh Vice President Public and Government Afair exxon Mobile Cepu Limited Erwin Maryoto, Asisten Bupati Bojonegoro Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Nono Purwanto, dan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK MIgas) Rudi Rubiandini. Pengeboran sumur minyak itu menggunakan pompa pengeboran (drilling rigs) buatan anak negeri, yakni yang dibuat oleh PT Citra Tubindo Engineering di Batam. Pompa itu mampu mengebor sampai kedalaman 6.000 meter dan mudah dioperasikan atau dipindahkan dari satu sumur ke sumur lainnya. Sebanyak 42 sumur di Lapangan Banyu Urip yang akan dieksplorasi menggunakan pompa tersebut. Pemerintah menargetkan Lapangan Banyu Urip bisa memproduksi 165.000 barrel minyak per hari, atau menyumbang 17 persen dari total produksi nasional yang kini 830.000 barrel per hari.
KOMPAS/RINI KUSTIASIHIlustrasi: Pengeboran Lapangan Banyu Urip di Blok Cepu, Bojonegoro, Jawa Timur, diresmikan Selasa (30/4/2013), yang ditandai dengan penekanan sirine, antara lain oleh Vice President Public and Government Afair exxon Mobile Cepu Limited Erwin Maryoto, Asisten Bupati Bojonegoro Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Nono Purwanto, dan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK MIgas) Rudi Rubiandini. Pengeboran sumur minyak itu menggunakan pompa pengeboran (drilling rigs) buatan anak negeri, yakni yang dibuat oleh PT Citra Tubindo Engineering di Batam. Pompa itu mampu mengebor sampai kedalaman 6.000 meter dan mudah dioperasikan atau dipindahkan dari satu sumur ke sumur lainnya. Sebanyak 42 sumur di Lapangan Banyu Urip yang akan dieksplorasi menggunakan pompa tersebut. Pemerintah menargetkan Lapangan Banyu Urip bisa memproduksi 165.000 barrel minyak per hari, atau menyumbang 17 persen dari total produksi nasional yang kini 830.000 barrel per hari.
|
EditorAprillia Ika

Pertamina EP Cepu

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Pertamina EP Cepu (PEPC) tengah bernegosiasi secara intensif dengan ExxonMobil untuk mengambil alih pengembangan Jambaran Tiung Biru (JTB).

Direktur Utama Pertamina EP Cepu, Adriansyah mengatakan, pihaknya tengah melakukan negosiasi intensif dengan ExxonMobil, dan negosiasi ini diharapkan tuntas pada Mei 2017, sehingga Pertamina EP Cepu dapat segera mengeksekusi pengembangan lapangan tersebut secara penuh.

"Kami sudah menanda-tangani interim agreement pada Maret 2017, saat ini masa transisi sudah mulai berjalan. Kita tidak mau mundur, untuk menghindari potential loss selama kontrak," kata Adriansyah dalam rilisnya, Senin (10/4/2017).
 
Menurut Adriansyah, negosiasi ini sebagai tindak lanjut surat Menteri ESDM nomor 9/13/MEM.M/2017 tertanggal 3 Januari 2017 yang memerintahkan Pertamina untuk mengembangkan secara penuh lapangan JTB dan menyelesaikan perbahasan dengan ExxonMobil secara business to business (B to B).

Memang masih ada permasalahan yang harus dituntaskan antara Pertamina EP Cepu dan Exxon, tetapi alih kelola JTB ini terkait dengan pengembangan lapangan gas yang diandalkan di Jawa Tengah dan Jawa Timur tetap ditargetkan selesai Mei 2017.

Setelah negosiasi tuntas, diharapkan 2020 sudah dapat berproduksi. Saat ini Pengembangan Lapangan JTB sedang dalam pelaksanaan EPC Early Civil Work (ECW). Di Blok Cepu ini Pertamina EP Cepu memiliki saham 45 persen, Ampolex 24,5 persen, Exxon 20,5 persen dan BUMD 10 persen.

Di tengah harga minyak  cenderung menurun, produksi Banyu Urip kini menjadi andalan untuk menopang produksi nasional. Pada tahun 2017 ditargetkan produksinya mencapai 200.000 barel per hari (BOPD).

Namun, yang menarik, sebelum mencapai produksi puncak, kata Adriansyah, pada saat harga minyak di atas 100 dollar Amerika Serikat (AS) per barel, lapangan Banyu Urip yang dioperasikan oleh ExxonMobil sudah mampu melakukan produksi untuk menopang kinerja Pertamina.

"Meski produksinya masih kecil, tetapi sudah ikut menyumbang kinerja finansial perusahaan, tetapi yang lebih penting dapat membuktikan sebagai mitra yang aktif bagi ExxonMobil," pungkas Adriansyah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.