Ady Pangerang
Pegiat Fintech

Anggota Asosiasi Fintech Indonesia & CEO Bareksa.com

Daya Ungkit Industri Pasar Modal Lewat Kolaborasi "Fintech"

Kompas.com - 11/04/2017, 12:00 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini
EditorAprillia Ika

"Fintech" Mengejar Ketertinggalan Industri Pasar Modal

Dibutuhkan peningkatan dan kemudahan akses terhadap pasar modal guna mendorong kebiasaan masyarakat untuk berinvestasi. Per akhir Maret 2017, sebanyak 85 perusahaan manajer investasi dan 129 perusahaan sekuritas telah memperoleh izin dari OJK  (Statistik Pasar Modal 2017, Otoritas Jasa Keuangan).

Tetapi mayoritas perusahaan tersebut berlokasi di Jakarta dan tidak memiliki cabang di daerah. Hambatan ini mengakibatkan rendahnya penyampaian informasi terkait pasar modal ke masyarakat luas.

Seiring dengan kemajuan teknologi yang mendorong peningkatan penetrasi internet, upaya untuk membangun pasar modal pun meningkat, khususnya untuk produk reksa dana.

Pemasaran produk reksa dana pun kini dapat dilakukan secara online, dimana salah satu perusahaan pasar modal berbasis teknologi yang menjadi pionir di bidang ini adalah Bareksa.com.

Tiga perusahaan sekuritas lainnya juga telah menyediakan fasilitas serupa, seperti PT Mandiri Sekuritas, PT Indo Premier Sekuritas dan PT Phillips Securities Indonesia.

Kolaborasi "Fintech" Menjadi Solusi Infrastruktur Pasar Modal

Meski potensial, transaksi reksa dana online tidak luput dari hambatan. Salah satunya adalah biaya transfer antar bank yang tinggi. Masyarakat yang ingin berinvestasi harus melakukan transfer dana dari rekeningnya ke rekening produk reksa dana.

Biaya ini menjadi mahal jika dilakukan antar bank yang berbeda. Contohnya, seseorang berinvestasi di reksa dana secara online dengan minimum nilai investasi sebesar Rp 100.000. 

Meski agen penjual online tidak mengenakan biaya transaksi, namun nasabah dibebankan biaya transfer antar bank senilai Rp 6.500, sebuah biaya yang cukup mahal untuk nilai investasi sebesar Rp 100.000.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.