Pembayaran Tiket Kereta Api Bandara Bisa di 10 Bank

Kompas.com - 11/04/2017, 16:48 WIB
|
EditorM Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Railink menggandeng mitra perbankan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat melalui layanan transportasi Kereta Api Bandara.

Penandatanganan Nota Kesepahapaman (MoU) ini adalah tindaklanjut sinergi perusahaan transportasi kereta api, terutama Kereta Api Bandara, dengan perbankan.

Direktur Utama Railink Heru Kuswanto mengatakan, pihaknya telah membangun sistem tiket elektronik yang dinamakan Airport Railway Ticketing System (ARTS).

Sistem ini memberikan nilai tambah bagi perusahaan dan masyarakat berupa layanan yang lebih mudah, cepat, nyaman, dan non-tunai dalam memperoleh tiket Kereta Api Bandara Soekarno-Hatta.

"Dengan ARTS, PT Railink tidak mengeluarkan kartu khusus sebagai alat transaksi pembayaran elektronik. Melainkan menggunakan kartu elektronik perbankan yang telah ada di masyarakat," kata Heru dalam pernyataan resmi, Selasa (11/4/2017).

Kerja sama Railink dilakukan dengan 10 perbankan nasional yaitu Bank Central Asia (BCA), Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Tabungan Negara (BTN), Bank ClMB NIAGA, Bank Danamon, Bank DKI, Bank Mandiri, Maybank, dan Bank QNB.

ARTS memungkinkan masyarakat memperoleh tiket kereta melalui web reservation, mobile apps, dan vending machine, dengan transaksi pembayaran melalui kartu debet, kartu kredit, dan prepaid secara non tunai (cashless), yang tentu nantinya akan mengarah ke manless, dan cardless.

"Program kerja sama pembayaran tiket elektronik dengan menggunakan kartu perbankan ini merupakan bagian dari upaya kami untuk memberikan fasilitas serta kemudahan layanan Kereta Api Bandara yang terkoneksi dengan perbankan," jelas Heru.

Ia menyatakan, terlaksananya program ini juga tidak terlepas dari dukungan pemerintah, PT KAI (Persero), PT Angkasa Pura II (Persero), dan perbankan yang telah bergabung.

Sinergi perbankan dan operator transportasi berbasis rel adalah dua komponen penting penggerak utama dalam perekonomian nasional, terutama di wilayah DKI Jakarta yang berhadapan dengan masalah transportasi publik.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bos BPJS Kesehatan: Rumah Sakit Sekarang Jauh Lebih Nyaman karena BPJS Tidak Punya Utang

Bos BPJS Kesehatan: Rumah Sakit Sekarang Jauh Lebih Nyaman karena BPJS Tidak Punya Utang

Whats New
Komisi VI DPR RI Setujui PMN BUMN Senilai Rp 73 Triliun

Komisi VI DPR RI Setujui PMN BUMN Senilai Rp 73 Triliun

Whats New
Sepanjang Juni 2022, 264 Pesawat Dilaporkan Batal Mendarat di Indonesia

Sepanjang Juni 2022, 264 Pesawat Dilaporkan Batal Mendarat di Indonesia

Whats New
Lelang SUN Besok, Pemerintah Patok Target Kantongi Rp 15 triliun

Lelang SUN Besok, Pemerintah Patok Target Kantongi Rp 15 triliun

Whats New
Sejumlah BUMN Bakal 'Diguyur' PMN, Ini Rincian yang Disetujui Komisi VI DPR

Sejumlah BUMN Bakal "Diguyur" PMN, Ini Rincian yang Disetujui Komisi VI DPR

Whats New
Mendag Zulhas: Minyak Goreng Curah Sudah Rp 14.000, Banyak Tersedia...

Mendag Zulhas: Minyak Goreng Curah Sudah Rp 14.000, Banyak Tersedia...

Whats New
Indonesia Perlu Antisipasi Dampak Resesi Ekonomi AS, Ini Saran Ekonom

Indonesia Perlu Antisipasi Dampak Resesi Ekonomi AS, Ini Saran Ekonom

Whats New
Uji Coba Kereta Pembangkit Pakai LNG, Efisiensi Bisa Sampai 37 Persen

Uji Coba Kereta Pembangkit Pakai LNG, Efisiensi Bisa Sampai 37 Persen

Whats New
Minta Modal Rp 73,6 Triliun, Erick Thohir: Kami Pastikan PMN Ini Membawa Hasil yang Baik

Minta Modal Rp 73,6 Triliun, Erick Thohir: Kami Pastikan PMN Ini Membawa Hasil yang Baik

Whats New
Investor Butuh 3 Hal Ini agar Mau Masuk ke RI, Apindo: Jangan Tiap Ganti Menteri, Ganti Aturan...

Investor Butuh 3 Hal Ini agar Mau Masuk ke RI, Apindo: Jangan Tiap Ganti Menteri, Ganti Aturan...

Whats New
Erick Thohir Targetkan Total Dividen BUMN Capai Rp 50 Triliun pada 2024

Erick Thohir Targetkan Total Dividen BUMN Capai Rp 50 Triliun pada 2024

Whats New
Harga Cabai Masih Mahal, Ini Kata Mentan SYL

Harga Cabai Masih Mahal, Ini Kata Mentan SYL

Whats New
Biaya Admin Cek Saldo, Transfer, dan Tarik Tunai Bank DKI di ATM Lain

Biaya Admin Cek Saldo, Transfer, dan Tarik Tunai Bank DKI di ATM Lain

Spend Smart
Jangan Lewatkan, Pendaftaran Beasiswa LPDP Mulai Dibuka Hari Ini!

Jangan Lewatkan, Pendaftaran Beasiswa LPDP Mulai Dibuka Hari Ini!

Work Smart
Deposito Bank Neo Commerce Tidak Dijamin LPS, Ini Penjelasan Manajemen

Deposito Bank Neo Commerce Tidak Dijamin LPS, Ini Penjelasan Manajemen

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.