Rencana "Rights Issue" Rp 26 Triliun BUMI Berlanjut, Ini Rinciannya

Kompas.com - 18/04/2017, 14:40 WIB
Ilustrasi BUMIIlustrasi
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Rencana rights issue PT Bumi Resources Tbk (BUMI) makin dekat. BUMI menargetkan bisa mendapatkan tanggal efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 26 Mei 2017 mendatang.

BUMI berharap, bisa memulai perdagangan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) pada 5 Juni 2017.

(Baca: Bagaimana Prospek Saham BUMI? )

Dalam prospektus terbaru yang diterbitkan perseroan, Senin (17/4/2017), BUMI akan melepas 28,75 miliar saham dengan nilai nominal Rp 100 per saham. Nilainya mencapai 2,011 miliar dollar AS atau setara dengan Rp 26,62 triliun.

Bersamaan dengan itu, BUMI juga akan menerbitkan Obligasi Wajib Konversi (OWK) sebanyak 9,1 miliar unit dengan jumlah pokok 639 juta dollar AS atau setara Rp 8,45 triliun. Sehingga, total jenderal aksi korporasi Grup Bakrie itu mencapai Rp 35,07 triliun.

(Baca: Bayar Utang, BUMI Akan "Rights Issue" Rp 34,5 Triliun)

Nantinya, setiap 100 saham akan memperoleh 78 HMETD seri A. Setiap satu HMETD Seri A memberikan hak pada pemegangnya untuk membeli satu saham baru seri B dengan harga pelaksanaan Rp 926,16. Lalu, setiap 100 saham akan memperoleh 25 HMETD Seri B yang bisa ditukar dengan OWK di harga yang sama.

BUMI juga sudah menentukan pembeli siaga yang akan menyerap HMETD apabila tidak diserap oleh pemegang saham. Bertindak sebagai pembeli siaga adalah PT Samuel International sebesar 1,9 miliar dollar AS atau Rp 26,36 triliun. Samuel akan memberikan komitmen penuh dalam rights issue ini di harga yang sama.

Pembeli siaga lainnya adalah PT Danatama Capital Group dengan komitmen penuh sebesar 19,9 juta dollar AS. Sementara itu, yang bertindak sebagai pembeli siaga sehubungan dengan sisa OWK adalah kreditor konversi OWK dengan jumlah 639 juta dollar AS.

Pemegang saham yang tak melaksanakan haknya, bakal mengalami dilusi kepemilikan sebesar 50,84 persen. Dengan kata lain, jika rights issue ini tak terserap, kepemilikan saham publik yang tadinya sebesar 70,6 persen akan berkurang menjadi 39,5 persen.

(Baca: Saham BUMI Diprediksi Bakal Terus Melaju)

Aksi korporasi ini sejatinya merupakan bagian dari kesepakatan perseroan dengan para krediturnya. Seluruh penggunaan dana akan langsung digunakan untuk melunasi kewajiban utang yang mencapai Rp 35 triliun. (Narita Indrastiti)

Kompas TV Saham Grup Bakrie Disuspend



Sumber KONTAN
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X