Bisnis Model Baru Bank-"Fintech" dan Ekonomi Digital

Kompas.com - 18/04/2017, 21:00 WIB
Ilustrasi investasi saham ThinkstockIlustrasi investasi saham
EditorAprillia Ika

Data Statista (2017) melaporkan bahwa nilai transaksi tekfin di Indonesia telah mencapai 15 miliar dollar AS.

Besarnya penetrasi pemanfaatan teknologi digital di Indonesia membuat pemerintah pun menjadikan ekonomi digital sebagai salah satu fokus utama.

Pada tahun 2020, Indonesia diharapkan menjadi kekuatan ekonomi digital terbesar di kawasan dengan potensi sebesar 130 miliar dollar AS atau sekitar Rp 1.690 triliun.

Melalui inovasi layanan dan produknya, tekfin dipercaya dapat mendorong ekonomi digital dengan membuka akses terhadap layanan keuangan bagi seluruh lapisan masyarakat. Melalui karakter yang mobile dan efisien, tekfin diharapkan mampu menjawab tantangan yang tidak dapat dijawab oleh layanan keuangan tradisional sebelumnya.

Bank- Fintech, kolaborasi kuatkan model bisnis baru

Munculnya fintech merupakan fenomena yang tak terhindarkan dan pertumbuhannya tak terbendung. Bank dan fintech sama-sama memiliki misi memberi pengalaman terbaik pada nasabah dan oleh karenanya saling melengkapi. Sinergi bank-fintech akan memastikan berkurangnya blind spots dari masing-masing layanan sebagai hasil dari perpaduan kekuatan masing-masing pihak.

Terkait kolaborasi bank-tekfin, model bisnis menjadi satu hal yang perlu dikaji. Penyedia layanan tekfin dengan model bisnis yang lincah, fleksibel dan dapat disesuaikan (customized) menjadi syarat ideal. Sementara, prinsip bisnis 3S : secure (aman), swift (cepat) dan simple (sederhana) menjadi ciri keunggulan perbankan yang perlu dipertahankan.

Dari sisi sumber daya manusia, tekfin diperkuat talenta muda yang inovatif, penuh kreativitas, dinamis dan responsif dalam menjawab kebutuhan nasabah. Sebaliknya perbankan, yang model bisnisnya sudah jauh lebih matang, didukung para profesional dengan pengetahuan mendalam terkait industri finansial dan menguasai customer database yang luas.

Saat ini telah terdapat sejumlah produk dan layanan perbankan yang didukung tekfin, misalnya virtual account yang memungkinkan pembayaran atau transaksi keuangan tanpa akun bank.

Mengakses virtual account menjadi semakin mudah seperti menggunakan smartphone. Nasabah dapat menerima (income) atau pun mengeluarkan (outcome) dana, dengan bantuan aplikasi.

Kegiatan disbursement dana juga berjalan lebih efisien melalui bantuan tekfin. Perbankan pun merasakan manfaat tekfin yang semakin besar, utamanya saat ini di area pembayaran (payment) dan pembiayaan (p2p lending).

Di tataran yang lebih makro, Bank QNB Indonesia bersama Bank Perkreditan Rakyat (BPR) melalui program BPR Connect, berupaya memberdayakan nasabah BPR untuk bisa masuk ke sistem elektronik dan selanjutnya menghubungkan nasabah dengan layanan bank nasional.

Pada akhirnya kesesuaian misi dan semangat antara bank dan penyedia tekfin, akan menciptakan akses dan kualitas layanan keuangan bagi seluruh masyarakat Indonesia, termasuk mereka yang unbanked, dan mewujudkan ekonomi digital seperti yang dicita-citakan.

(Baca juga Masih Besar, Peluang Fintech Berkembang di Indonesia)

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X