Kompas.com - 21/04/2017, 22:45 WIB
|
EditorM Fajar Marta

LOMBOK, KOMPAS.com - Mudik hari raya Idul Fitri banyak dinanti warga di kota-kota besar yang ingin merayakan lebaran di kampungnya masing-masing.

Bicara tentang mudik, banyak isu terkait transportasi yang masih perlu dicari solusinya. Pengamat transportasi Djoko Setijowarno memaparkan beberapa fakta dan realita yang perlu ditangani oleh pemerintah.

Beberapa fakta antara lain pemudik sepeda motor yang membawa serta anak-anaknya dan angkutan barang seperti truk yang disulap menjadi angkutan pemudik.

Isu pertama yang disoroti Djoko adalah program mudik gratis. Ia menyatakan, program ini bagus, namun bukan berarti permasalahan selesai karena para pemudik membutuhkan sarana transportasi lanjutan untuk sampai ke desa maupun rumah.

"Di daerah itu problemnya adalah angkutan lanjutan," kata Djoko pada acara Lokakarya Wartawan Kementerian Perhubungan di Aruna Senggigi Resort & Convention, Lombok, Nusa Tenggara Barat, Jumat (21/4/2017).

Djoko mengungkapkan, permasalahan angkutan lanjutan hingga kini belum terselesaikan. Menurut dia, Pemerintah Daerah (Pemda) harus memberikan solusi terkait angkutan lanjutan tersebut, sehingga ada jaminan pemudik bisa benar-benar sampai ke daerahnya.

Isu lainnya adalah perihal pemudik yang tetap pulang kampung dengan sepeda motor, meski sudah dilarang oleh pemerintah. Djoko menuturkan, yang perlu diberikan perhatian ekstra adalah pemudik sepeda motor yang membawa serta anak-anaknya yang masih kecil.

"Dari Kemensos (Kementerian Sosial) juga sudah mengimbau. Bagaimana pemudik sepeda motor dilarang membawa anak-anak, kadang-kadang satu sepeda motor ada lebih dari dua anak," jelas Djoko.

Selain itu, ada juga kondisi di mana angkutan barang seperti truk digunakan sebagai angkutan penumpang yang mengangkut para pemudik. Truk ini disulap sebagai angkutan penumpang dengan memberikan semacam atap, namun seringkali para pemudik duduk lesehan.

Di satu sisi, pemanfaatan angkutan barang ini bisa mendorong efektivitas dan efisiensi. Pasalnya, di dalam truk tersebut bisa dimasukkan tiga buah sepeda motor sehingga pemudik tidak perlu menantang bahaya lantaran mudik dengan menggunakan sepeda motor.

Meskipun demikian, tidak ada aturan yang memperbolehkan angkutan barang digunakan sebagai angkutan penumpang. Sehingga, perlu dipikirkan solusi agar praktik ini tidak lagi berlangsung.

"Izinnya tidak boleh. Nah, apakah itu dimungkinkan? Masalahnya itu angkutan barang tidak boleh dipakai untuk penumpang," ungkap Djoko.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal Rencana Penyehataan Keuangan Wanaartha Life, Ini Kata OJK

Soal Rencana Penyehataan Keuangan Wanaartha Life, Ini Kata OJK

Whats New
6.000 Hektar Lahan di Sumbar Dikebut untuk Peremajaan Sawit Rakyat

6.000 Hektar Lahan di Sumbar Dikebut untuk Peremajaan Sawit Rakyat

Whats New
Tawarkan Bunga Rendah, Simak Syarat Pengajuan dari 5 Jenis KUR Mandiri

Tawarkan Bunga Rendah, Simak Syarat Pengajuan dari 5 Jenis KUR Mandiri

Whats New
Daftar Lelang Rumah Murah di Bandung Nilai Limit Mulai Rp 100 Jutaan

Daftar Lelang Rumah Murah di Bandung Nilai Limit Mulai Rp 100 Jutaan

Spend Smart
Telkom Indonesia Buka 22 Lowongan Kerja, Ini Kualifikasinya

Telkom Indonesia Buka 22 Lowongan Kerja, Ini Kualifikasinya

Work Smart
IWIP Berikan Pelatihan Kerja Gratis untuk 17.358 Orang, Tingkat Pengangguran di Halmahera Tengah Turun

IWIP Berikan Pelatihan Kerja Gratis untuk 17.358 Orang, Tingkat Pengangguran di Halmahera Tengah Turun

Rilis
Awal Sesi, IHSG Langsung Melesat 1 Persen

Awal Sesi, IHSG Langsung Melesat 1 Persen

Whats New
Melonjak Rp 10.000 Per Gram, Cek Rincian Harga Emas Antam Hari Ini

Melonjak Rp 10.000 Per Gram, Cek Rincian Harga Emas Antam Hari Ini

Whats New
Harga Emas Hari Ini di Pegadaian Ukuran 0,5 Gram hingga 1 Kg

Harga Emas Hari Ini di Pegadaian Ukuran 0,5 Gram hingga 1 Kg

Spend Smart
Dukung Percepatan Ekosistem Cloud, Biznet Gio dan Lyrid Luncurkan Layanan Otomatisasi Microservice

Dukung Percepatan Ekosistem Cloud, Biznet Gio dan Lyrid Luncurkan Layanan Otomatisasi Microservice

Whats New
Cek Aturan Bagasi Garuda Indonesia Domestik dan Internasional

Cek Aturan Bagasi Garuda Indonesia Domestik dan Internasional

Spend Smart
Bos OJK soal Ancaman Resesi Ekonomi 2023

Bos OJK soal Ancaman Resesi Ekonomi 2023

Whats New
BBM Jadi Penyebab Utama Inflasi September, Airlangga: Masih Terkendali karena Harga Pangan Turun

BBM Jadi Penyebab Utama Inflasi September, Airlangga: Masih Terkendali karena Harga Pangan Turun

Whats New
Gara-gara Promosikan Kripto via Instagram-nya, Kim Kardashian Harus Bayar Rp 19 Miliar ke Otoritas Bursa AS

Gara-gara Promosikan Kripto via Instagram-nya, Kim Kardashian Harus Bayar Rp 19 Miliar ke Otoritas Bursa AS

Earn Smart
Harga Minyak Melonjak 4 Persen gara-gara OPEC+, Bisa Kembali ke Level 100 Dollar AS?

Harga Minyak Melonjak 4 Persen gara-gara OPEC+, Bisa Kembali ke Level 100 Dollar AS?

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.