Pengusaha Antusias Sukseskan Program Pendidikan Vokasi Industri

Kompas.com - 22/04/2017, 12:30 WIB
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto meluncurkan Program Pendidikan Vokasi Industri bersama Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sewilayah Jawa Tengah dan DIY bertempat di PT Apac Inti Corpora, Jl Sukarno Hatta, Harjosari, Bawen, Kabupaten Semarang, Jumat (21/4/2017). KOMPAS.com/SYAHRUL MUNIRMenteri Perindustrian Airlangga Hartarto meluncurkan Program Pendidikan Vokasi Industri bersama Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sewilayah Jawa Tengah dan DIY bertempat di PT Apac Inti Corpora, Jl Sukarno Hatta, Harjosari, Bawen, Kabupaten Semarang, Jumat (21/4/2017).
|
EditorM Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah pelaku usaha dalam negeri menyambut antusias program pendidikan vokasi yang diusung oleh Kementerian Perindustrian melalui konsep link and match antara industri dengan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Program ini diharapkan mampu memudahkan industri dalam mendapatkan tenaga kerja yang terampil sesuai kebutuhan di era kompetisi saat ini.

“Antusias ini dibuktikan dari semangat pelaku industri yang terlibat pada program tahap kedua di Jawa Tengah dan Yogyakarta yang mencapai 117 perusahaan dan 389 SMK atau meningkat dari program serupa yang telah diluncurkan sebelumnya di Jawa Timur, dengan 50 perusahaan dan 234 SMK,” ujar Menperin Airlangga Hartarto.

Sebagai bentuk komitmen mendukung program tersebut, telah dilakukan pemberian bantuan peralatan praktik kepada beberapa SMK dari beberapa perusahaan, antara lain PT Djarum, PT Astra Honda Motor (AHM), PT Astra Daihatsu Motor, dan PT Evercoss Technology Indonesia.

Selanjutnya PT Unggul Semesta, PT Yogya Presisi Teknikatama Industri, PT Terryham Proplas Indonesia, Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia (ADUPI), dan PT Sido Muncul.

Ketua Program Pendidikan Satu Hati AHM Ahmad Muhibbuddin mengatakan, pihaknya mengapresiasi pengembangan SMK berbasis kompetensi yang dilakukan oleh Kemenperin sebagai kelanjutan dari implementasi Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2016 mengenai Revitalisasi SMK.

"Kami ikut berkomitmen untuk memperkuat pengembangan pendidikan vokasi di Indonesia melalui penerapan Kurikulum Astra Honda di SMK yang tahun ini sudah memasuki tahun ketujuh,” ujarnya.

Muhibbuddin meyakini jika dikelola dengan baik, SMK akan mampu melahirkan generasi muda terampil yang dibutuhkan industri.

Sebagai upaya mendorong kompetensi SMK binaannya, AHM juga mengembangkan konsep SMK sebagai Tempat Uji Kompetensi (TUK) yang berwenang mengukur dan memvalidasi kompetensi siswa sebelum mereka memasuki dunia industri. Saat ini tercatat ada 56 SMK yang telah menjadi SMK TUK Astra Honda.

Sementara itu, dalam rangka pembinaan dan pengembangan SMK berbasis kompetensi yang link and match dengan industri, PT Semen Gresik menandatangani perjanjian kerja sama dengan enam SMK binaan yang ada di Rembang, Jawa Tengah.

Pada periode 2017-2019, Kemenperin merancang sejumlah kegiatan untuk menyiapkan tenaga kerja industri tersertifikasi sebanyak 1.040.552 orang.

Program-program tersebut perlu dikolaborasikan dengan berbagai pemangku kepentingan terkait seperti Kadin, Kemenristekdikti, dan Kemenaker.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X