Cara Pemerintah Menyiasati Terbatasnya Lahan Reforma Agraria di Jawa

Kompas.com - 22/04/2017, 20:32 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution bersama Menteri Agraria dan Tata Ruang, Sofyan Djalil menghadiri diskusi reforma agraria dan perhutanan sosial di Jakarta, Minggu (26/3/2017). KOMPAS.com/IWAN SUPRIYATNAMenteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution bersama Menteri Agraria dan Tata Ruang, Sofyan Djalil menghadiri diskusi reforma agraria dan perhutanan sosial di Jakarta, Minggu (26/3/2017).
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorM Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah menyadari, pelaksanaan reforma agraria di Jawa memiliki tembok besar. Ketersediaan lahan di pulau terpadat di Indonesia sangatlah terbatas.

Pemerintah mulai menyiasati persolan ketersediaan lahan itu dengan menyodorkan rencana baru. Dengan itu yakni membuka akses petani miskin mengelola lahan hutan.

"Karena lahan yang (bisa) dibagikan tidak banyak lagi di Jawa," ujar Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution usai acara Kongres Ekonomi Umat di Jakarta, Sabtu (22/4/2017).

Menurut Darmin, banyak lahan milik Perhutani yang ada di Jawa. Lahan itu bisa dimanfaatkan oleh petani miskin yang tidak memilki tanah atau kepemilikan tanahnya di bawah setengah hektar.

Saat ini, dari target 12,7 juta hektar lahan, sudah ada 2 juta hektar lahan hutan yang akan dijadikan perhutanan sosial. Nantinya petani miskin diberikan konsesi untuk mengelola lahan itu.

Namun Darmin mengatakan, kepemilikan lahan itu tidak diberikan kepada petani. Hanya akses pengelolanya saja yang diberikan.

Pemerintah berharap, pembukaan akses lahan hutan untuk petani miskin bisa menjadi solusi terbenturnya kebajikan reforma agraria di Jawa.

Seperti diketahui, pemerintah berencana membagikan 9 juta hektar lahan kepada petani miskin. Sebagian lahan reforma agraria itu berada di luar Jawa yakni di Riau, Sumatera, dan Kalimatan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.