Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pemda Minta Dilibatkan untuk Garap Panas Bumi

Kompas.com - 26/04/2017, 10:23 WIB
Ari Maulana Karang

Penulis

GARUT, KOMPAS.com - Asosiasi Daerah Penghasil Panas Bumi Indonesia (ADPPI) meminta Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk bisa mengatur porsi keterlibatan pemerintah daerah dalam pengelolaan panas bumi.

Ketua Umum Badan Eksekutif Nasional ADPPI Hasanuddin mengatakan, skema penugasan pengusahaan panas bumi oleh BUMN, sampai saat ini masih belum diatur secara rinci lewat Peraturan Menteri ESDM.

Padahal, ini penting sebagai upaya membuat kerangka acuan jangka panjang dalam pengusahaan panas bumi oleh BUMN dan juga jadi upaya penyempurnaan regulasi penugasan pengusahaan panas bumi di era sebelumnya.

"Makanya, kita minta pemerintah menunda dulu kebijakan pengusahaan panas bumi oleh BUMN sampai nantinya ada Kepmen yang mengatur teknis detail penugasan pengusahaan panas bumi," katanya pekan ini.

Hasan melihat, ada beberapa persoalan krusial yang harus diatur dalam Permen tersebut nantinya sebagai upaya penyempurnaan kebijakan penugasan pengusahaan panas bumi. Salah satu yang harus diatur adalah keterlibatan pemerintah daerah dalam pengelolaan panas bumi di daerahnya.

"Kami berharap Permen yang mengatur penugasan nantinya bisa mewajibkan BUMN yang mendapat penugasan pengusahaan panas bumi bisa melibatkan pemerintah daerah dalam bentuk kepemilikan saham, ini bisa jadi bentuk kedaulatan negara dalam pengelolaan panas bumi," tegasnya.

Selain keterlibatan pemerintah daerah, dalam Permen yang mengatur soal penugasan pengusahaan panasbumi, ada juga hal lain yang perlu diatur dari mulai tarif listrik yang dihasilkan, penentuan wilayah kerja panas bumi, skema kerjasama dengan pihak ketiga, status kepemilikan asset hingga pengalihan kontrak atau ijin panas bumi kepada pihak lain.

"Permen juga bisa mengatur soal peran pemerintah daerah dalam pembinaan hingga iuran produksi, dana bagi hasil hingga program CSR perusahaan," jelasnya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Waspada Modus Baru Judi Online dengan Deposit Pulsa

Waspada Modus Baru Judi Online dengan Deposit Pulsa

Whats New
PPATK Catat Nilai Transaksi Judi Online Capai Rp 600 Triliun

PPATK Catat Nilai Transaksi Judi Online Capai Rp 600 Triliun

Whats New
Daftar 15 BUMN dengan Laba Terbesar Sepanjang 2023

Daftar 15 BUMN dengan Laba Terbesar Sepanjang 2023

Whats New
Rupiah Diramal Jatuh ke Rp 16.800 Per Dollar AS, Akankah BI Naikkan Suku Bunga?

Rupiah Diramal Jatuh ke Rp 16.800 Per Dollar AS, Akankah BI Naikkan Suku Bunga?

Whats New
Peluang Perawat Indonesia Bekerja di Belanda Terbuka Lebar

Peluang Perawat Indonesia Bekerja di Belanda Terbuka Lebar

Work Smart
Pertamina dan PLN Masuk 10 Besar Perusahaan Energi Terbesar Asia Tenggara 2024 Versi Fortune

Pertamina dan PLN Masuk 10 Besar Perusahaan Energi Terbesar Asia Tenggara 2024 Versi Fortune

Whats New
Adaro Minerals Buka Lowongan Kerja hingga 30 Juni 2024, Simak Persyaratannya

Adaro Minerals Buka Lowongan Kerja hingga 30 Juni 2024, Simak Persyaratannya

Work Smart
Cerita Tiarsih Bangun Kampung Rosella, Tingkatkan Ekonomi dari Komoditas Daerah

Cerita Tiarsih Bangun Kampung Rosella, Tingkatkan Ekonomi dari Komoditas Daerah

Smartpreneur
HUMI Bakal Bagikan Dividen Rp 18,04 Miliar

HUMI Bakal Bagikan Dividen Rp 18,04 Miliar

Whats New
Boeing Angkat Mantan Diplomat Australia Jadi Presiden Asia Tenggara

Boeing Angkat Mantan Diplomat Australia Jadi Presiden Asia Tenggara

Whats New
Holding BUMN Danareksa Bagi-bagi 212 Hewan Kurban ke 16.000 KK

Holding BUMN Danareksa Bagi-bagi 212 Hewan Kurban ke 16.000 KK

Whats New
Prudential Gandeng Mandiri Investasi, Luncurkan Subdana untuk Nasabah Standard Chartered

Prudential Gandeng Mandiri Investasi, Luncurkan Subdana untuk Nasabah Standard Chartered

Earn Smart
Pertamina Peringkat Ketiga Perusahaan Terbesar di Asia Tenggara Versi Fortune 500

Pertamina Peringkat Ketiga Perusahaan Terbesar di Asia Tenggara Versi Fortune 500

Whats New
Marak PHK di Industri Tekstil, Asosiasi: Ribuan Pekerja Belum Terima Pesangon

Marak PHK di Industri Tekstil, Asosiasi: Ribuan Pekerja Belum Terima Pesangon

Whats New
Daya Saing Indonesia Terbaik ke-27 Dunia, Ungguli Jepang dan Malaysia

Daya Saing Indonesia Terbaik ke-27 Dunia, Ungguli Jepang dan Malaysia

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com