Pengganti Jakarta Sebagai Ibu Kota Masih Dirahasiakan, Mengapa?

Kompas.com - 26/04/2017, 16:45 WIB
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah mengaku sedang mengkaji berbagai opsi lokasi untuk dijadikan ibu kota negara menggantikan Jakarta. Namun pemerintah enggan secara gamblang membuka opsi-opsi itu kepada publik.

"Pokoknya di luar Jawa," ujar Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Bojonegoro di Jakarta, Rabu (26/4/2017).

Menurutnya, pemerintah tidak mau ada spekulasi terkait lokasi pasti calon ibu kota Indonesia yang akan menggantikan Jakarta itu. Sebab akan membuat harga tanah di lokasi tersebut meroket.

Selama ini, harga tanah kerap melonjak bisa ada rencana proyek di sekitar lokasi tersebut. Misalnya proyek jalan tol, proyek jalur kereta api, bandara, bahkan pelabuhan.

Lagi pula, pemindahan ibu kota negara hanya sebatas pemindahan pusat pemerintahan. Adapun pusat bisnis tetap akan berada di Jakarta.

"(Soal) perizinan ya sekarang kan jaman online untuk perizinan, masa mesti datang langsung ngisi formulir, jaman kuno itu," kata dia.

Sebelumya, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki mengatakan, wacana pemindahan ibu kota kembali muncul setelah Presiden mempertimbangkan banyak hal. Salah satunya yakni agar letak pusat pemerintahan lebih Indonesia sentris.

Bahkan tutur tutur Teten, wacana pemindahan ibu kota sudah diperbincangkan di Istana. Hanya saja masih sebatas pembicaraan informal.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.