Produsen Rokok Sampoerna Klaim sebagai Pembayar Pajak Terbesar di Indonesia

Kompas.com - 27/04/2017, 17:20 WIB
Presiden Direktur PT HM Sampoerna Tbk. Mindaugas Trumpaitis saat jumpa pers Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT HM Sampoerna Tbk. di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (18/11/2016). Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar PT HM Sampoerna Tbk. menyetujui Mindaugas Trumpaitis secara resmi menggantikan Paul Janelle sebagai Presiden Direktur Sampoerna. KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMOPresiden Direktur PT HM Sampoerna Tbk. Mindaugas Trumpaitis saat jumpa pers Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT HM Sampoerna Tbk. di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (18/11/2016). Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar PT HM Sampoerna Tbk. menyetujui Mindaugas Trumpaitis secara resmi menggantikan Paul Janelle sebagai Presiden Direktur Sampoerna.
|
EditorM Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com - PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) menjadi pembayar pajak terbesar di Indonesia tahun 2016. Nilai setoran pajak produsen rokok itu pada tahun lalu mencapai Rp 63,5 triliun.

Menurut Presiden Direktur Sampoerna Mindaugas Trumpaitis, kontribusi tersebut mencakup total nilai pajak yang dibayarkan oleh Sampoerna, termasuk anak-anak perusahaannya, ditambah PT Philip Morris Indonesia.

"Kenaikan pajak cukai di tahun 2016 mencapai 15 persen rata-rata tertimbang," kata Trumpaitis usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada hari ini Kamis (27/4/2017) di Jakarta,

Pada tahun lalu penjualan HM Sampoerna terkontraksi 3,9 persen dari 109,5 miliar batang rokok pada 2015 menjadi 105,5 miliar batang rokok. Akan tetapi, secara nilai, pendapatannya naik 7,2 persen dari Rp 89,1 triliun pada 2015 menjadi Rp 95,5 triliun pada 2016.

Presiden Komisaris HM Sampoerna John Gledhill mengatakan, meskipun ada penurunan dalam volume industri dan keadaan ekonomi yang kurang stabil, capaian 2016 cukup baik.

"Kesuksesan Sampoerna senantiasa didorong oleh basis keuangan yang kuat, merek yang kuat, dan karyawan yang luar biasa," ucap Gledhill.

RUPST HM Sampoerna pada hari ini memutuskan pembagian dividen sebesar 98,2 persen dari laba bersih tahun 2016, atau sekitar Rp 12,56 triliun.

RUPST juga menyetujui perubahan susunan direksi. Posisi Direktur Keuangan yang tadinya dijabat oleh Michael Sandritter digantikan oleh William Giff (Bill). Bill sebelumnya menjabat sebagai Direktur Keuangan di PMI Kanada.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X