Menteri Susi Minta Urusan Cantrang Jangan Dijadikan Komoditas Politik

Kompas.com - 04/05/2017, 18:13 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan RI Susi Pudjiastuti meninjau daerah pesisir Kolaka yang terkena dampak sedimentasi lumpur merah dalam kunjungan ke Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, Senin (20/3/2017). KOMPAS.com/Suparman SultanMenteri Kelautan dan Perikanan RI Susi Pudjiastuti meninjau daerah pesisir Kolaka yang terkena dampak sedimentasi lumpur merah dalam kunjungan ke Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, Senin (20/3/2017).
Penulis Achmad Fauzi
|
EditorM Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengungkapkan politisasi terhadap persoalan alat tangkap cantrang telah membuat para nelayan menjadi ragu untuk beralih ke alat tangkap yang ramah lingkungan. Padahal Susi sudah melarang nelayan menggunakan alat tangkap cantrang. 

"Yang saya sayangkan, kita sudah mengatur sedemikian rupa dan disosialisasikan ke masyarakat. Dan masyarakat mengerti, namun ada yang mempolitisasi. Yang akhirnya membuat nelayan tidak move on," ujar Susi di Gedung Sasana Kriya TMII, Jakarta, Kamis (5/4/2017). 

Susi menuturkan, jika nelayan ditanya satu-persatu mengenai alat tangkap cantrang berbahaya atau tidak, maka nelayan-nelayan akan kompak menyebut alat tangkap cantrang dapat merusak laut. 

"Coba tanya sama nelayan yang benar, apakah cantrang itu berbahaya atau tidak. Pasti nelayan yang bener akan bilang itu merusak. Bahkan daerah Bagan Siapi-api dulu yang banyak ikannya, tetapi dalam dua dekade habis karena pakai pukat harimau," tuturnya. 

Maka dari itu, Susi meminta urusan cantrang tidak dipolitisasi atau menjadi komoditas politik. Agar, kebijakan pemerintah dapat diterima dengan baik oleh masyarakat luas.

"Kepada petinggi, pejabat partai politik, untuk tidak memakai urusan masa depan bangsa ini jadi komoditas politik," tandasnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X