Nelayan yang Jadi Miliarder Ini Sumbangkan Harta untuk Lestarikan Laut

Kompas.com - 05/05/2017, 13:30 WIB
Biota di dalam laut Karimun Jawa saat melakukan penyelaman di titik kedua, Jepara, Minggu (19/7/2015). Arsip Londo Ireng/Karimun JawaBiota di dalam laut Karimun Jawa saat melakukan penyelaman di titik kedua, Jepara, Minggu (19/7/2015).
|
EditorAprillia Ika

OSLO, KOMPAS.com - Kjell Inge Roekke adalah pria terkaya kesepuluh di Norwegia. Sebelum menjadi pebisnis andal yang dikenal tangan besi sekaligus seorang miliarder, Roekke adalah seorang nelayan.

Akan tetapi, sikap Roekke yang dikenal keras dalam menjalankan bisnis tidak berarti membuat dirinya tak berniat baik. Roekke dikabarkan berencana menyumbangkan sebagian besar kekayaannya untuk pelestarian biota laut.

Dalam sebuah wawancara kepada surat kabar Aftenposen yang dikutip Time, Jumat (5/5/2017), Roekke menyatakan keinginannya untuk menyumbangkan hartanya demi kemaslahatan masyarakat, dimulai dengan sebuah kapal untuk riset kelautan. Kekayaan Roekke saat ini mencapai 2 miliar dollar AS.

"Lautan mencakup 70 persen permukaan bumi dan banyak yang belum diteliti," ujar Roekke.

Selain melakukan riset kelautan, kapal yang akan disumbangkan oleh Roekke juga akan mengangkat hingga 5 ton sampah plastik yang dibuang ke laut setiap harinya.

Sampah-sampah itu kemudian bakal dimusnahkan agar tak membahayakan biota laut. Kisah hidup Roekke yang kini berusia 55 tahun cukup menarik.

Ia lahir di sebuah kota kecil di pantai barat Norwegia. Roekke yang menderita disleksia alias kesulitan membaca terpaksa harus dikeluarkan dari SMA.

Kemudian, ia pindah ke Seattle, Amerika Serikat, untuk menjadi nelayan kepiting dan ikan pollock. Singkat cerita, Roekke kemudian berjasa dalam mengembangkan apa yang disebut di Norwegia sebagai sikap ala Amerika yang membantunya mengembangkan bisnis dan reputasi yang kontroversial.

Ia memupuk kekayaan dari membeli kapal tua yang kemudian dimodifikasi menjadi kapal pukat ikan untuk industri.

Roekke kembali ke Norwegia pada usia 30 tahunan dan membidik kepemilikan saham sebuah konglomerasi Norwegia berusia 173 tahun.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber TIME
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.