Bekraf Dorong Munculnya Usaha-usaha Rintisan Industri Digital

Kompas.com - 07/05/2017, 10:51 WIB
Foto ilustrasi teknologi digital Josephus PrimusFoto ilustrasi teknologi digital
|
EditorM Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) mendorong kalangan muda untuk meningkatkan inovasi dan jejaringnya di bidang industri digital.

Melalui kegiatan Bekraf Developer Day (BDD), diharapkan semakin banyak bermunculan startup yang lebih kreatif dan stabil secara bisnis di Bali.

Juga semakin banyak bisnis-bisnis baru yang bermunculan dan semakin eksis karena produk digitalnya diterima masyarakat.

Deputi Infrastruktur Bekraf, Hari Santosa Sungkari, mengatakan, antuasiasme kalangan muda Bali untuk mengikuti kegiatan BDD sangat besar. Hari mengharapkan hadirnya startup baru di bidang animasi, games dan software dari Bali.

“Saya berharap kalangan muda di Bali semakin maju dengan industri digitalnya sesuai dengan potensi kearifan lokalnya. Malah tidak hanya untuk Bali atau Indonesia, namun juga harus bisa go international," kata Hari dalam pernyataan resmi, Minggu (7/5/2017).

Hari juga mendorong peminat industri digital dan Pemda untuk berkolaborasi melakukan terobosan untuk mendorong kemajuan industri digital tersebut.

Mengenai daerah yang masih lemah infrastrukturnya, Hari juga akan terus berkomunikasi dengan kementerian terkait.

“Bekraf fokus pada konten digital, sementara infrastruktur akan berkoordinasi dengan lembaga lainnya. Nah, Bali juga sebenarnya sudah memiliki sarana yang baik, misalnya ada asosiasi co-working space, hingga Digital Lounge. Bahkan Bali juga sudah punya Rumah Sanur yang peminat digital dapat berkumpul dan melakukan inovasi yang kreatif," ujarnya.

Hari menuturkan, perkembangan teknologi aplikasi, game, web dan IOT mau tidak mau harus diikuti secara aktif oleh masyarakat peminat industri digital agar tidak tertinggal dalam kemajuan teknologi informasi dan komunikasi.

Industri aplikasi dan game di Indonesia akan memberikan dampak positif di bidang ekonomi dan sosial budaya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Asosiasi Game Indonesia, Narenda Wicaksono, mengatakan, banyaknya peminat game developer di Bali cukup menggembirakan.

Ini terlihat dari kehadiran peserta BDD yang menembus angka lebih dari 500 orang. Tak hanya peminat animasi, peminat programming dan game juga sangat banyak. “Potensi startup di Bali sangat baik," kata Narenda.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X