Dunia Internasional Apresiasi Program Inklusi Keuangan Indonesia

Kompas.com - 10/05/2017, 17:27 WIB
Warung kopi milik Susanti (38, berhijab), yang menjadi satu dengan warung internet dan tempat menjahit pakaian, di Jalan Diponegoro, Lawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, ramai oleh tukang ojek yang menunggu penumpang, Minggu (3/4) siang, Susanti merupakan agen Laku Pandai yang sukses, memiliki lebih dari 200 nasabah, yang sebagian di antaranya merupakan tukang ojek tersebut. KOMPAS/DEFRI WERDIONOWarung kopi milik Susanti (38, berhijab), yang menjadi satu dengan warung internet dan tempat menjahit pakaian, di Jalan Diponegoro, Lawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, ramai oleh tukang ojek yang menunggu penumpang, Minggu (3/4) siang, Susanti merupakan agen Laku Pandai yang sukses, memiliki lebih dari 200 nasabah, yang sebagian di antaranya merupakan tukang ojek tersebut.
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Program inklusi keuangan Indonesia yang diimplementasikan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan pemerintah memperoleh apresiasi dunia internasional.

Ini ditandai dengan penghargaan Global Inclusion Award 2017 yang diterima Indonesia. Indonesia dipandang mengungguli negara-negara di kawasan Asia Pasifik dalam hal inklusi keuangan.

Dalam The Global Inclusion Award 2017 Indonesia mengalahkan India dan Pakistan dalam penilaian final untuk kawasan Asia Pasifik.

Penghargaan ini diberikan Child and Youth Finance International (CYFI) dan kelompok-kelompok negara G-20 bekerja sama dengan pemerintah Jerman selaku tuan rumah dan presiden G20 tahun 2017.

"Program inklusi keuangan sudah menjadi program internasional dan OJK bersama dengan sejumlah kementerian dan lembaga dinilai menjalankannya dengan baik sesuai dengan sasaran yang ingin dicapai," kata Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad di Jakarta, Rabu (10/5/2017).

Indonesia dinilai telah menunjukkan komitmen kuat untuk meningkatkan literasi keuangan dan inklusi masyarakat.

Ini tampak dari berbagai upaya untuk memenuhi target inklusi keuangan 75 persen pada 2019 dan target peningkatan literasi keuangan per tahunnya sebesar dua persen.

"Tiga aspek keberhasilan program inklusi keuangan dan literasi dengan beragam pendekatan yang mempertimbangkan, prioritas sasaran, siklus kehidupan, wilayah geografis, dan demografi ya.g potensial memberikan dampak besar bagi peningkatan literasi dan inklusi keuangan," tutur Muliaman.

Indonesia membangun sinergi positif dalam rangka implementasi Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI) dan Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia (SNLKI) OJK bersama dengan kementerian dan lembaga terkait, Bank Indonesia (BI), industri jasa keuangan, Universitas, Sekolah, dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

"Indonesia memastikan program inklusi keuangan yang dilaksanakan memiliki dampak positif yang luas, terukur, dan berkelanjutan," jelas Muliaman.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X