OJK Minta Industri Jasa Keuangan Antisipasi Bahaya Ransomware WannaCry

Kompas.com - 15/05/2017, 15:28 WIB
Tampilan sistem antrean pasien sebuah rumah sakit di Jakarta yang terjangkit malware Ransomware, Sabtu (13/5/2017). hand-outTampilan sistem antrean pasien sebuah rumah sakit di Jakarta yang terjangkit malware Ransomware, Sabtu (13/5/2017).
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Otoritas Jasa Keuangan ( OJK) meminta semua perusahaan di industri jasa keuangan melakukan langkah-langkah antisipatif untuk memastikan keamanan infrastruktur Teknologi Informasi (TI) dan layanan sistem informasinya dalam keadaan aman.

Ini terkait dengan serangan masif ransomware berjenis WannaCrypt atau WannaCry di beberapa negara termasuk Indonesia.

"OJK sudah dan terus berkoordinasi dengan industri keuangan. Saat ini sedang dilakukan inventarisasi oleh semua lembaga jasa keuangan terkait apakah ada layanan keuangan yang terganggu," kata Kepala Departemen Komunikasi dan Internasional OJK Triyono dalam pernyataan resmi, Senin (15/5/2017).

Triyono menyatakan, hingga saat ini belum ada laporan adanya layanan yang terganggu. Antisipasi penyebaran virus ini juga dilakukan di jaringan Teknologi Informasi OJK.

Menurut Triyono, sebagai salah satu langkah antisipasi, layanan OJK yang berbasis internet untuk sementara tidak beroperasi, antara lain:

1. Laman OJK (www. ojk.go.id);

2. Layanan surat elektronik;

3. Layanan SIPO (Sistem Informasi Penerimaan OJK);

4. Layanan SLIK (Sistem Layanan Informasi Keuangan);

5. Layanan SPE (Sistem Pelaporan Emiten);

6. Layanan ARIA (Aplikasi Industri Reksadana);

7. Layanan E-Reporting Perusahaan Efek;

8. Layanan Portal Bapepam E-Gov;

9. Layanan SILKM (Sistem Informasi LKM);

10. Layanan SIRIBAS (Sistem Informasi Risk BasedSupervision IKNB);

11. Layanan SIJINGGA;

12. Layanan FCC (Financial Customer Care);

13. Layanan SIPMI (Sistem Informasi Pelaporan Market Intelligence);

14. Layanan SIELOG;

15. Layanan SIPEDULI (Sistem Informasi Pengembangan Pelaporan Edukasi dan Perlindungan Konsumen);

16. Layanan OJKWay;

17. Layanan E-Licensing Perbankan;

18. Layanan SPRINT;

19. Layanan SIPP (Sistem Informasi Pelaporan Perusahaan Pembiayaan);

20. Layanan Online Platform Informasi dan Edukasi Keuangan;

21. Layanan Sikapi Uangmu;

22. Layanan Survey Pembiayaan Bisnis;

23. Layanan SIKEPO (Sistem Informasi Ketentuan Perbankan Online);

24. Layanan SIPINA (Sistem Informasi Pelaporan Nasabah Asing);

25. Layanan SIPETIR (Sistem Informasi Penentuan Tarif Premi);

26. Layanan E-Monitoring Pusat Informasi Industri Pengeloaan Informasi;

27. Layanan Apolo (Aplikasi Pelaporan Online OJK);

28. Layanan Minisite AIRM;

29. Layanan FTP BPJS;

30. Layanan Laku Pandai;

31. Layanan FSAP (Financial Sector AssestmentProgram);

"Sampai saat ini juga belum ada laporan mengenai jaringan Teknologi Informasi OJK yang terinfeksi virus ini," jelas dia.

OJK akan mengumumkan informasi lebih lanjut terkait pengaktifan kembali jaringan internet di kesempatan pertama.

(Baca: Sistem TI Perbankan Aman dari "Ransomware WannaCry," tetapi...)

Kompas TV Pemimpin Dunia Bersatu Lawan Virus Ransomware Wannacry



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X