Cari Cadangan Migas, Pertamina EP Survei Seismik di Papua

Kompas.com - 16/05/2017, 13:00 WIB
Monumen pompa angguk kuno berdiri di kawasan kompleks Perumahan PT Pertamina EP di Sangasangan, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Sabtu (5/10/2013). Pompa ini dioperasikan pada tahun 1930 di Sumur Anggana dengan kemampuan memompa 560 barrel minyak per hari dan menjadi bukti sejarah dimulainya eksplorasi minyak di Kalimantan. KOMPAS/IWAN SETIYAWANMonumen pompa angguk kuno berdiri di kawasan kompleks Perumahan PT Pertamina EP di Sangasangan, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Sabtu (5/10/2013). Pompa ini dioperasikan pada tahun 1930 di Sumur Anggana dengan kemampuan memompa 560 barrel minyak per hari dan menjadi bukti sejarah dimulainya eksplorasi minyak di Kalimantan.
Penulis Achmad Fauzi
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS - Perusahaan eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi PT Pertamina sedang melakukan survei seismik di Klamossa, Papua. Hal tersebut dilakukan anak usaha PT Pertamina (persero) ini untuk mencari sumber cadangan minyak dan gas bumi.

"Dari kegiatan tersebut, kami akan review hasilnya apakah potensinya sesuai dengan target yang diharapkan," ujar Pelaksana Tugas Harian Presiden Direktur Pertamina EP Nanang Abdul Manaf dalam keterangannya, Selasa (16/5/2017).  

Menurut Nanang, kegiatan seismik Klamassosa dengan total luasan 500 kilometer (km) persegi dikerjakan secara bertahap. Tahun ini, Pertamina EP menargetkan total luasan seismik 200 km persegi dan sisanya 300 km persegi pada 2018.  

Dia menjelaskan, kegiatan seismik di Papua bukan yang pertama kali dilakukan oleh perusahaan.

Sebelumnya, Pertamina EP juga pernah melakukan survei seismik 2D di Kabupaten Bintuni-Kabupaten Sorong Selatan pada 2016. 

Pada 2016,  kegiatan seismik Pertamina EP melampaui target, untuk 2D mencapai 100 persen seluas 953 km dan seismik 3D-nya mencapai 128 persen, yaitu 1.008 km persegi.  

"Survei seismik 3D kali ini dilakukan di Bumi Cendrawasih demi memenuhi target seismik Pertamina EP 2017, yaitu seismik 2D target sepanjang 883 km dan 3D seluas 621 km persegi," jelas dia.

General Manager Asset 4 PT Pertamina EP, Didik Susilo menambahkan,  Pertamina EP Asset 4 siap mendukung penuh terlaksananya kegiatan seismik di wilayah Papua. Apalagi, Papua dan Kawasan Timur Indonesia  merupakan wilayah yang masih memiliki potensi minyak dan gas bumi.  

"Kami di Asset 4 siap mendukung penuh kegiatan seismik ini dan berharap agar kegiatan ini dapat menemukan potensi cadangan minyak dan gas bumi yang besar untuk pemenuhan ketahanan energi negeri," imbuh dia.

Selain itu, tutur Didik, pekerjaan seismik mempekerjakan 2.000 orang  dengan melibatkan warga lokal dan berkoordinasi kepala distrik dan kepala marga.  Didik berharap, kegiatan ini dapat memberikan efek berganda (multiplier effect) terhadap daerah dan masyarakat. 

"Karena itu, kami memohon dukungan dari seluruh pemangku kepentingan untuk kelancaran kegiatan ini," kata dia. 

(Baca: Ini Capaian Produksi Migas Pertamina EP selama Kuartal I 2017)

Kompas TV Dualisme kepemimpinan di perusahaan minyak pelat merah, Pertamina, berujung pada pencopotan. Perombakan jajaran direksi Pertamina ini terjadi di saat Pertamina menghadapi sejumlah tugas besar, dan di tengah rencana investasi raksasa di bidang migas.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X