Kartini Muljadi, Pengacara Senior yang Melestarikan Batik

Kompas.com - 17/05/2017, 20:41 WIB
Koleksi kain batik dari Kartini Muljadi yang dipamerkan saat peluncuran buku Batik Indonesia: Sepilihan Koleksi Batik Kartini Muljadi di Hotel Gran Mahakam, Jakarta, Rabu (17/5/2017). KOMPAS.com/PRAMDIA ARHANDOKoleksi kain batik dari Kartini Muljadi yang dipamerkan saat peluncuran buku Batik Indonesia: Sepilihan Koleksi Batik Kartini Muljadi di Hotel Gran Mahakam, Jakarta, Rabu (17/5/2017).
|
EditorM Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com - Kain batik menjadi hal yang amat istimewa bagi sosok pakar hukum senior Kartini Muljadi. Kecintaan Kartini Muljadi pada kain batik terus berkibar hingga usia yang saat ini telah menginjak 87 tahun.

Bertepatan dengan usia tersebut Kartini Muljadi meluncurkan buku yang berjudul "Batik Indonesia: Sepilihan Koleksi Batik Kartini Muljadi" di Hotel Gran Mahakam, Jakarta, Rabu (17/5/2017). "Kain batik adalah benda seni dan menjadi kekayaan bangsa Indonesia," jelas Kartini.

Kartini Muljadi, mengawali kariernya sebagai hakim, kemudian menjadi notaris hingga menjadi pengacara terkenal meIaIui kantor pengacara dan konsultan hukum “Kartini Muljadi & Rekan”.

Sosok Kartini yang sangat dikenal sebagai pakar hukum senior ternyata memiiki perhatian dan ketertarikan yang cukup besar dalam memelihara dan melestarikan budaya Indonesia, antara lain berupa lukisan dan batik.

Ketertarikannya terhadap batik semakin kuat melalui persahabatannya dengan para tokoh pencinta batik yang mendorongnya untuk terus menambah koieksi kain Batik tulis halus karya para pembatik temama Indonesia.

Kartini Muljadi mengungkapkan sangat gembira ketika seni Batik Indonesia diakui Unesco sebagai Intangible Cultural Heritage Indonesia. Hal ini membuatnya semakin yakin untuk membantu pelestarian Batik sekaligus mendorong minat generasi muda Indonesia agar tidak melupakan karya adiIuhung anak bangsa sendiri.

Dalam perjalanannya sebagai kolektor kain batik, Kartini Muljadi memahami masih minimnya dokumentasi tentang tekstil nusantara termasuk batik, sehingga akhirnya, Kartini berinisiatif untuk mendokumentasikan koleksi batiknya dalam bentuk buku.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kartini berharap, buku tersebut dapat digunakan sebagai dokumentasi seni batik Indonesia, dan sebagai bahan referensi bagi generasi muda dalam mempelajari Iebih dalam sejarah batik nusantara.

Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Triawan Munaf yang hadir dalam acara tersebut mengatakan, buku tersebut akan menjadi referensi bagi para generasi muda untuk belajar dan memahami kain batik seutuhnya.

"Ini akan menjadi referensi yang berharga. Karena nilai dari batik itu, sejarahnya, budayanya, bukan hanya sekedar produk," ujar Triawan.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kemenhub Mediasi Penyelesaian Santunan Pelaut RI yang Meninggal di Singapura

Kemenhub Mediasi Penyelesaian Santunan Pelaut RI yang Meninggal di Singapura

Whats New
Kapan Moge dan Brompton Selundupan Mantan Dirut Garuda Dilelang? Ini Kata DJKN

Kapan Moge dan Brompton Selundupan Mantan Dirut Garuda Dilelang? Ini Kata DJKN

Whats New
[TREN TEKNOLOGI KOMPASIANA] Perawatan Spooring dan Balancing | Masyarakat Jepang Ogah Gunakan Kendaraan Pribadi

[TREN TEKNOLOGI KOMPASIANA] Perawatan Spooring dan Balancing | Masyarakat Jepang Ogah Gunakan Kendaraan Pribadi

Rilis
IHSG Anjlok 1 Persen di Akhir Pekan, Rupiah Ikut Melemah

IHSG Anjlok 1 Persen di Akhir Pekan, Rupiah Ikut Melemah

Whats New
Saham Unilever Indonesia Anjlok 30,95 Persen sejak Awal Tahun, Ini Pemicunya

Saham Unilever Indonesia Anjlok 30,95 Persen sejak Awal Tahun, Ini Pemicunya

Whats New
Banyak Penipuan Lelang, Ini Ciri-cirinya

Banyak Penipuan Lelang, Ini Ciri-cirinya

Whats New
Mau Jadi Pemenang Lelang di Lelang.go.id? Ini Tips Kemenkeu

Mau Jadi Pemenang Lelang di Lelang.go.id? Ini Tips Kemenkeu

Spend Smart
Minat Work From Bali? Ini 4 Hal yang Perlu Dipersiapkan

Minat Work From Bali? Ini 4 Hal yang Perlu Dipersiapkan

Whats New
Buktikan Kepedulian akan Pasien Covid-19, “Pengusaha Peduli NKRI” Gelar Donor Plasma Konvalesen

Buktikan Kepedulian akan Pasien Covid-19, “Pengusaha Peduli NKRI” Gelar Donor Plasma Konvalesen

Rilis
Pelindo II Tindak Tegas 12 Pelaku Pungli di Pelabuhan Tanjung Priok

Pelindo II Tindak Tegas 12 Pelaku Pungli di Pelabuhan Tanjung Priok

Whats New
Masih Terbebani The Fed, Harga Bitcoin Lanjutkan Penurunan

Masih Terbebani The Fed, Harga Bitcoin Lanjutkan Penurunan

Whats New
[TREN EDUKASI KOMPASIANA] Tabel Periodik dengan Jembatan Keledai | Vibranium pada Tabel Periodik

[TREN EDUKASI KOMPASIANA] Tabel Periodik dengan Jembatan Keledai | Vibranium pada Tabel Periodik

Rilis
Cerita Kara Nugroho, Bangun Bisnis PVRA hingga Ikut London Fashion Scout

Cerita Kara Nugroho, Bangun Bisnis PVRA hingga Ikut London Fashion Scout

Smartpreneur
Mengenal Perbedaan dari Pasar Monopoli dengan Oligopoli

Mengenal Perbedaan dari Pasar Monopoli dengan Oligopoli

Whats New
Potensi Nikel Besar, Luhut Sebut RI Punya Posisi Tawar yang Kuat

Potensi Nikel Besar, Luhut Sebut RI Punya Posisi Tawar yang Kuat

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X