Jelang Puasa dan Lebaran, Pasokan dan Harga Pangan di Mamuju Aman

Kompas.com - 20/05/2017, 18:00 WIB
Lonjakan harga-harga pun tidak dapat mengalahkan kebutuhan masyarakat akan sembako dan bahan pangan lainnya. ShutterstockLonjakan harga-harga pun tidak dapat mengalahkan kebutuhan masyarakat akan sembako dan bahan pangan lainnya.
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perdagangan (Kemendag) memastikan harga kebutuhan pokok di Kota Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat stabil dan pasokannya mencukupi hingga puasa, Lebaran, dan Idul Adha 2017. Hal ini berdasarkan pantauan langsung Kemendag.

Berdasarkan data Bulog Sub Divre Mamuju per 18 Mei 2017, total persediaan beras untuk Provinsi Sulawesi Barat adalah 2.159 ribu ton aman untuk delapan bulan ke depan.

Sementara itu, stok gula di gudang Bulog Divre Mamuju sebesar 10 ton dan tersedia 50 ton yang akan dikirim dari Makassar, cukup untuk tiga bulan ke depan.

"Mereka siap mengamankan pasokan selanjutnya,” kata Sutriono Edi, Staf Ahli Menteri Perdagangan Bidang Pengamanan Pasar Kemendag dalam pernyataan resmi, Sabtu (20/5/2017).

Dari hasil pantauan, harga beras Rp 10.000/kg, tepung terigu Rp 7.000/kg, daging ayam broiler Rp 24.000/kg, dan telur ayam ras Rp 23.000/kg. Harga gula pasir sebesar Rp 14.000/kg, minyak goreng Rp11.700/liter.

Sedangkan harga bawang merah Rp 30.000/kg, bawang putih Rp 48.000/kg, cabe merah keriting Rp 20.000/kg, cabe merah besar Rp 25.000/kg, dan cabe rawit merah Rp 45.000/kg.

Sementara itu, harga daging sapi stabil di harga Rp 120.000/kg. Setelah melakukan pantauan ke beberapa sejumlah toko ritel modern, pasar rakyat, dan gudang, dilakukan pula kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) untuk mengidentifikasi kesiapan dan langkah-langkah dalam menghadapi bulan puasa dan Lebaran 2017.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Rakor ini merupakan kerja sama Kemendag, Bank Indonesia (BI) perwakilan Provinsi Sulawesi Barat dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat. Dalam Rakor, Sutriono Edi menegaskan pentingnya peran ritel modern dalam membantu pengendalian harga bapok di masyarakat.

“Ritel modern merupakan pemimpin harga atau price leader. Jika harga di ritel modern terjaga, dampaknya akan terasa ke pasar rakyat dan warung. HET akan dievaluasi lagi setelah bulan September tahun ini, dan diharapkan akan terjadi keseimbangan harga baru,” ujar Sutriono.

Stabilisasi harga dan ketersediaan pasokan juga harus didukung oleh komitmen para pelaku usaha distribusi barang kebutuhan pokok dan barang penting dalam menyalurkan barang kepada para pengusaha ritel, terutama ritel modern.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pertamina Group Buka Lowongan Kerja, Cek Posisi dan Syaratnya

Pertamina Group Buka Lowongan Kerja, Cek Posisi dan Syaratnya

Work Smart
Kemnaker Gagalkan Pengiriman 11 Pekerja Migran Ilegal

Kemnaker Gagalkan Pengiriman 11 Pekerja Migran Ilegal

Rilis
Menaker Sebut Upah Buruh Turun 5,2 Persen Selama Pandemi Covid-19

Menaker Sebut Upah Buruh Turun 5,2 Persen Selama Pandemi Covid-19

Whats New
Bangun PLTA di Sumbar, PLN Dapat Dana Hiba Rp 20,55 dari Perancis

Bangun PLTA di Sumbar, PLN Dapat Dana Hiba Rp 20,55 dari Perancis

Whats New
Lelang Aset Asabri dan Jiwasraya, DJKN: Target Dapat Hasil Setinggi-tingginya

Lelang Aset Asabri dan Jiwasraya, DJKN: Target Dapat Hasil Setinggi-tingginya

Whats New
Kemenhub Mediasi Penyelesaian Santunan Pelaut RI yang Meninggal di Singapura

Kemenhub Mediasi Penyelesaian Santunan Pelaut RI yang Meninggal di Singapura

Whats New
Kapan Moge dan Brompton Selundupan Mantan Dirut Garuda Dilelang? Ini Kata DJKN

Kapan Moge dan Brompton Selundupan Mantan Dirut Garuda Dilelang? Ini Kata DJKN

Whats New
[TREN TEKNOLOGI KOMPASIANA] Perawatan Spooring dan Balancing | Masyarakat Jepang Ogah Gunakan Kendaraan Pribadi

[TREN TEKNOLOGI KOMPASIANA] Perawatan Spooring dan Balancing | Masyarakat Jepang Ogah Gunakan Kendaraan Pribadi

Rilis
IHSG Anjlok 1 Persen di Akhir Pekan, Rupiah Ikut Melemah

IHSG Anjlok 1 Persen di Akhir Pekan, Rupiah Ikut Melemah

Whats New
Saham Unilever Indonesia Anjlok 30,95 Persen sejak Awal Tahun, Ini Pemicunya

Saham Unilever Indonesia Anjlok 30,95 Persen sejak Awal Tahun, Ini Pemicunya

Whats New
Banyak Penipuan Lelang, Ini Ciri-cirinya

Banyak Penipuan Lelang, Ini Ciri-cirinya

Whats New
Mau Jadi Pemenang Lelang di Lelang.go.id? Ini Tips Kemenkeu

Mau Jadi Pemenang Lelang di Lelang.go.id? Ini Tips Kemenkeu

Spend Smart
Minat Work From Bali? Ini 4 Hal yang Perlu Dipersiapkan

Minat Work From Bali? Ini 4 Hal yang Perlu Dipersiapkan

Whats New
Buktikan Kepedulian akan Pasien Covid-19, “Pengusaha Peduli NKRI” Gelar Donor Plasma Konvalesen

Buktikan Kepedulian akan Pasien Covid-19, “Pengusaha Peduli NKRI” Gelar Donor Plasma Konvalesen

Rilis
Pelindo II Tindak Tegas 12 Pelaku Pungli di Pelabuhan Tanjung Priok

Pelindo II Tindak Tegas 12 Pelaku Pungli di Pelabuhan Tanjung Priok

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X