Kadin: Teror Bom Tak Akan Ubah Rating Investment Grade Indonesia

Kompas.com - 25/05/2017, 12:30 WIB
Antrian angkutan mikrolet memenuhi Terminal Kampung Melayu sampai menutupi jalur Transjakarta. Kondisi padatnya angkutan umum ini diakibatkan sepinya penumpang di bulan puasa. Kamis (3/7/2014). Kompas.com/Robertus BelarminusAntrian angkutan mikrolet memenuhi Terminal Kampung Melayu sampai menutupi jalur Transjakarta. Kondisi padatnya angkutan umum ini diakibatkan sepinya penumpang di bulan puasa. Kamis (3/7/2014).
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia ( Kadin) Rosan P Roeslani mengatakan, kejadian teror bom yang terjadi pada Rabu (24/5/2017) di kawasan terminal dan halte Transjakarta Kampung Melayu, Jakarta Timur, tidak akan mempengaruhi rating investment grade yang telah didapatkan Indonesia.

"Satu kejadian teror tidak akan merubah onvestment grade yang kita dapat, karena hal itu kita dapat setelah melalui penilaian yang panjang dari segala sektor," ujar Rosan kepada Kompas.com, Kamis (25/5/2017).

Akan tetapi, Kadin Indonesia berharap agar pemerintah dan aparat keamanan Indonesia dapat memberikan kepastian dari sisi keamanan di Indonesia.

"Iya pastinya (kepastian keamanan), tapi investor juga membutuhkan peraturan dan policy itu bisa diprediksi dengan benar," paparnya.

Krisis Finansial

 

Sebelumnya, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Mirza Adityaswara mengungkapkan, perlu waktu yang panjang bagi Indonesia agar diakui sebagai negara yang layak investasi.

Mirza mengatakan, lembaga pemeringkat dunia yakni Standard & Poor (S&P) telah memberikan rating investment grade atau layak investasi di Indonesia.

Peringkat tersebut lepas dari Indonesia sejak krisis ekonomi 1998 silam.

"Kita mendapatkan hal ini (investment grade) dari S&P?. Apa istimewanya? Saya sampaikan kita pernah mencapai investment grade 20 tahun yang lalu," ungkap Mirza.

Tercatat Indonesia pernah meraih status investment grade dari S&P pada saat sebelum krisis ekonomi 1998 lalu.

Saat itu, Indonesia meraih statusinvestment grade perdana dari S&P pada medio 1992. Kemudian lembaga pemeringkat internasional lainnya yakni Moody’s juga memberikan status tersebut pada Maret 1994 dan Fitch pada Juni 1997.

Kendati demikian, pada periode 1997 hingga 1999 krisis finansial menghantam Asia dan mengubah kondisi perokonomian di Indonesia, hingga puncaknya Fitch dan Moody’s melakukan penurunan peringkat atas Indonesia menjadi B- dan B3 dan S&P memangkas peringkat Indonesia menjadi selective default (SD).

(Baca: Ada Bom di Kampung Melayu, Kadin Imbau Pengusaha Tak Perlu Takut)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X