Harga Bawang Putih yang Mengagetkan

Kompas.com - 26/05/2017, 08:20 WIB
Untuk memastikan ketersediana kebutuhan pangan menjelang Ramnadan dan lebaran, Staf Ahli Bidang Pengaman Pasar Kementrian Perdagangan Ri, Sutriono Edi bersama gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar, melakukan sidak pertama ke gudang bulog Mamuju untuk meninjau ketersediana stok beras dan, gula dan minyak goreng, Jumat (19/5). KOMPAS.ComUntuk memastikan ketersediana kebutuhan pangan menjelang Ramnadan dan lebaran, Staf Ahli Bidang Pengaman Pasar Kementrian Perdagangan Ri, Sutriono Edi bersama gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar, melakukan sidak pertama ke gudang bulog Mamuju untuk meninjau ketersediana stok beras dan, gula dan minyak goreng, Jumat (19/5).
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggapan harga komoditas strategis yang pemenuhannya melalui importasi tak akan bergejolak mulai sirna setelah kasus melonjaknya harga bawang putih secara cepat.

Kenaikan harga bawang putih beberapa waktu lalu bak kebakaran ditengah hari bolong dengan tiupan angin yang cukup kencang.

Dari harga normalnya sekitar Rp 28.000 hingga Rp 30.000 per kilogram melesat hingga mencapai Rp 60.000 per kilogram dalam periode yang singkat.

Untuk di Pulau Jawa saja harga bawang putih termahal diduduki oleh Ibukota Jakarta yang mencapai Rp 62.500 berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPSN) pada Kamis (25/5/2017).

Penurunan Jumlah Impor Jika menilik data yang dikeluarkan dari Badan Pusat Statistik (BPS) telah terjadi penurunan importasi bawang putih secara signifikan yang mempengaruhi pasokan bawang putih di pasar.

BPS mencatat impor bawang putih per April 2017 dari China mencapai 22.650 ton sedangkan India 1.971 ton. Terjadi penurunan pasokan masuk bawang putih ke Indonesia dari China dari sebelumnya Maret 2017 sebesar 38.971 ton.

(Baca: Dulu Swasembada Bawang Putih, Kini RI Bergantung pada China dan India)

Kementerian Pertanian (Kementan) mengatakan kebutuhan bawang putih nasional sebanyak 500.000 ton per tahun. Kuota yang dapat dipenuhi dari pasokan dalam negeri hanya 20.000 ton per tahun.

Beralasan memang jika impor yang dilakukan Indonesia mengalami naik dan turun secara jumlah, karena importasi bawang putih memang belum diatur dengan jelas oleh pemerintah sebelum terjadinya gejolak harga.

Belakangan, dengan gejolak harga yang terus menerus pemerintah melalui Kementerian Perdagangan fan Kementerian Pertanian mengeluarkan aturan importasi bawang putih mulai dari skema impor higga tata niaga komoditas tersebut.

(Baca: Pemerintah Segera Terbitkan Aturan Impor Bawang Putih)

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X