Ini Saham Lapis Kedua yang Layak Dikoleksi Pasca Investment Grade (1)

Kompas.com - 28/05/2017, 02:00 WIB
Karyawan melihat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (13/3/2017). KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNGKaryawan melihat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (13/3/2017).
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Naiknya peringkat utang Indonesia ke level investment grade oleh lembaga pemeringkat Standard & Poor's (S&P) membuat sejumlah aksi ambil untung mewarnai bursa saham Indonesia.

Namun, rentetan aksi ambil untung setelah peringkat utang Indonesia naik mulai mereda. Sehingga pada Jumat (26/5/2017), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mulai menghijau setelah sebelumnya turun dalam tiga hari berturut-turut.

Naiknya peringkat utang Indonesia membuat pelaku pasar berburu saham-saham blue chips. Maklum, pelaku pasar berekspektasi dana asing bakal masuk ke saham-saham ini. Tapi, bukan cuma saham big caps yang kena dampak rating S&P.

"Peringkat utang juga memberi efek positif terhadap emiten kelas dua," ujar Muhammad Nafan Aji, analis Binaartha Parama Sekuritas, Selasa (23/5/2017).

Tertarik memburu saham-saham lapis dua? Berikut sedikit petunjuk dari sejumlah analis saham.

Aditya Perdana Putra, analis Semesta Indovest, menyatakan, saham kelas dua yang menarik bisa tampak dari PBV yang berada di bawah satu kali.

Aditya mencermati, ada beberapa saham sektor properti, pelayaran, industri dasar, komoditas, dan perbankan yang layak diperhatikan.

"Antara lain ASRI, NRCA, DILD, ELSA, MPMX, SOCI, LPCK, APLN, MDLN, PTRO, TKIM, PNIN," ujar Aditya kepada KONTAN.

Aditya melihat, prospek emiten properti positif lantaran sektor ini berpotensi memperoleh dana asing yang besar.

Selain berkat rating S&P, sektor ini mendapat sentimen positif turunnya suku bunga kredit, seiring harapan Bank Indonesia mempertahankan tingkat suku bunga acuan.

Emiten konstruksi seperti NRCA layak dicermati. Emiten ini diuntungkan oleh perbaikan order book sektor konstruksi secara keseluruhan.

Saham-saham emiten minyak dan gas serta jasa terkait seperti ELSA dan PTRO pun berpeluang naik, seiring kenaikan harga komoditas. (Dede Suprayitno)

Bersambung



Sumber KONTAN

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X