OPEC Pangkas Produksi, Harga Minyak Bakal Melonjak

Kompas.com - 28/05/2017, 17:50 WIB
Thinkstockphotos.com Ilustrasi produksi minyak

SINGAPURA, KOMPAS.com - Keputusan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak ( OPEC) untuk memperpanjang pemangkasan produksi minyak hingga Maret 2018 membuat kecewa investor pasar finansial.

Selain itu, perusahaan-perusahaan pemurnian minyak di Asia khawatir keputusan itu akan membuat mereka harus mencari pasokan minyak mentah baru.

Mengutip Reuters, Minggu (28/5/2017), OPEC dan beberapa negara pengekspor minyak non-OPEC sepakat memperpanjang pemangkasan produksi sebanyak 1,8 juta barrel per hari (bph) hingga akhir kuartal I 2018 mendatang.

(Baca: Rapat OPEC Mengecewakan, Harga Minyak Turun Hampir 5 Persen)

"Ada keinginan kuat OPEC dan negara-negara produsen non-OPEC untuk memperketat permintaan dan penawaran secara keseluruhan," ujar Yasushi Kimura, presiden Asosiasi Perminyakan Jepang serta CEO konglomerasi perminyakan JXTG Holdings.

Menurut Kimura, perpanjangan pemangkasan produksi minyak akan membuat permintaan lebih besar dari pasokan.

Kondisi ini bisa memaksa perusahaan pemurnian untuk menggunakan cadangan. Akhirnya, harga minyak bisa melonjak.

"Pada tahun 2017, permintaan global cenderung bakal melampaui pasokan. Harga minyak mentah akan bisa naik hingga 60 dollar AS pada akhir tahun," tutur Kimura.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


EditorM Fajar Marta
SumberReuters
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X