Bulog: Daging Kerbau Bukan untuk Gantikan Daging Sapi

Kompas.com - 29/05/2017, 03:00 WIB
penjual daging di pasar Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat masih bertahann Rp. 130 ribu rupiah perkilogramnya,  MEULABUH, KOMPAS.com; Harga daging kerbau dan sapi di pasar Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat masih bertahan Rp. 130 ribu rupaih perkilogramnya, kenaikan harga daging ini sudah terjadi sejak pasca hari Meugang puasa dan lebaran lalu, sehingga pedagang mengeluh minat pembeli menurun.  ?harga daging hari ini masih Rp 130 ribu rupiah,  karena harga beli sapi kami mahal makanya kami jual 130?, kata Teuku Bachtiar, penjual daging kepada wartawan, Selasa (19/07/16). Kontributor Kompas TV, Raja Umarpenjual daging di pasar Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat masih bertahann Rp. 130 ribu rupiah perkilogramnya, MEULABUH, KOMPAS.com; Harga daging kerbau dan sapi di pasar Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat masih bertahan Rp. 130 ribu rupaih perkilogramnya, kenaikan harga daging ini sudah terjadi sejak pasca hari Meugang puasa dan lebaran lalu, sehingga pedagang mengeluh minat pembeli menurun. ?harga daging hari ini masih Rp 130 ribu rupiah, karena harga beli sapi kami mahal makanya kami jual 130?, kata Teuku Bachtiar, penjual daging kepada wartawan, Selasa (19/07/16).
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah menugaskan Perum Bulog untuk melakukan importasi daging kerbau dari India. Impor daging kerbau tersebut dimaksudkan untuk menjaga pasokan daging selama meningkatnya permintaan pada bulan Ramadhan dan hari raya Idul Fitri.

Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Bulog Karyawan Gunarso mengungkapkan, hadirnya daging kerbau di pasaran bukan untuk mengalihkan konsumsi masyarakat dari daging sapi ke daging kerbau. Impor daging kerbau tersebut bertujuan untuk memberikan pilihan kepada masyarakat.

"Bukan mengalihkan, pemerintah ingin memberikan pilihan kepada masyarakat terkait dengan pemenuhan kebutuhan protein," kata Karyawan dalam sebuah diskusi di Galeri Nasional, Minggu (28/5/2017).

Menurut dia, masyarakat bisa memilih daging sapi segar yang harganya di atas Rp 100.000 per kilogram atau daging kerbau yang harganya lebih murah. Karyawan menuturkan, daging kerbau memiliki karakteristik karbohidrat dan lemak lebih sedikit, namun seratnya lebih banyak.

Saat ini pun penjualan daging kerbau menurut pantauan Bulog terjadi perkembangan yang besar. Bulog, kata Karyawan, terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat guna meyakinkan bahwa daging kerbau aman untuk dikonsumsi serta bebas dari penyakit kuku dan mulut.

"Animo masyarakat luar biasa. Mereka sadar bahwa daging kerbau bisa menjadi pemenuhan protein," tutur Karyawan.

Saat ini, pasokan daging kerbau yang dimiliki Bulog mencapai 35.000 ton. Menurut Karyawan, Bulog menjamin pasokan tersebut cukup aman untuk memehuhi kebutuhan masyarakat pada bulan Ramadhan dan Idul Fitri.

Kalaupun pasokan tidak mencukupi, maka pemerintah sudah menginstruksikan kepada Bulog untuk kembali menambah pasokan sebesar 51.000 ton.

(Baca: Bulog Segera Datangkan 5.000 Ton Daging Kerbau dari India

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X