Puasa Sehatkan Kecerdasan Emosi

Kompas.com - 05/06/2017, 09:00 WIB
Umat Muslim di New York, Amerika Serikat menggelar shalat berjamaah di jalan dekat Trump Tower di the Fifth Avenue, New York, usai berbuka puasa bersama, Kamis (1/6/2017) waktu setempat.  JEWEL SAMADUmat Muslim di New York, Amerika Serikat menggelar shalat berjamaah di jalan dekat Trump Tower di the Fifth Avenue, New York, usai berbuka puasa bersama, Kamis (1/6/2017) waktu setempat.
EditorBambang Priyo Jatmiko

Riset Ilmiah dan Empiris yang dilakukan oleh Daniel Goleman membuktikan bahwa Kecerdasan Emosi atau sering disingkat dengan EQ berpengaruh terhadap kesuksesan seseorang sekitar 80 persen. Dalam beberapa literatur lain bahkan disebut hingga 90 persen.

Sementara itu, kecerdasan intelektual yang disingkat dengan IQ, perannya terhadap keberhasilan seseorang sekitar 10 persen hingga 20 persen saja.

Untungnya Kecerdasan Emosi (EQ) ini bersifat dinamis atau bisa berubah, dan kecerdasan intelektual dikatakan oleh para ahli perilaku secara statistik bersifat statis. Jika ada pertambahan setelah seseorang belajar dengan keras, pertambahan IQ tersebut tidaklah signifikan.

Ini artinya, keberhasilan atau kesuksesan kita secara umum memang tergantung kepada ikhtiar kita. Dalam hal ini kecerdasan emosi yang kita miliki, karena pengaruhnya yang 80 persen hingga 90 persen secara ilmiah.

Kabar baiknya karena EQ bersifat dinamis, maka seseorang memang bisa semakin cerdas emosinya, atau sebaliknya semakin bodoh emosinya.

Berdasarkan pengalaman praktis kami dan selaras dengan fakta sejarah membuktikan bahwa mereka orang-orang terkenal sukses paripurna, setelah diteliti lebih lanjut memang memiliki tingkat kecerdasan emosi yang lebih tinggi di atas rata-rata manusia pada umumnya.

Kecerdasan Emosi terdiri dari 5 aspek, yaitu: Self Regulation (Kemampuan Mengenali Diri Sendiri), Self Control (Kemampuan Mengendalikan Diri), Motivation (Kemampuan Memotivasi Diri), Empathy (Kemampuan Mengenali Emosi Orang Lain), Social Skill (Kemampuan Membangun Hubungan Baik).

Lantas bagaimanakah cara untuk meningkatkan Kecerdasan Emosi kita? Dan mengapa Puasa di bulan Ramadhan bisa menyehatkan Kecerdasan Emosi kita?

Cara paling mudah dan yang terbukti mampu meningkatkan Kecerdasan Emosi salah satunya adalah dengan mengikuti training dan coaching secara teratur, terukur dan terencana.

Apa bedanya training dengan coaching?

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X