BI Hanya Sediakan Rp 70 Triliun untuk Penukaran Uang NKRI Baru

Kompas.com - 07/06/2017, 13:33 WIB
Konferensi pers Bank Indonesia mengenai penukaran pecahan uang kecil jelang Lebaran 2017, di Lapangan IRTI Monas, Jakarta Pusat, Rabu (7/6/2017). Dalam foto tersebut ada Deputi Gubernur Bank Indonesia Sugeng (dua dari kiri), Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Uang BI Suhaedi (kiri Sugeng), dan Kepala Kantor Perwakilan BI Jakarta Doni Joewono. KOMPAS.com/Kurnia Sari AzizaKonferensi pers Bank Indonesia mengenai penukaran pecahan uang kecil jelang Lebaran 2017, di Lapangan IRTI Monas, Jakarta Pusat, Rabu (7/6/2017). Dalam foto tersebut ada Deputi Gubernur Bank Indonesia Sugeng (dua dari kiri), Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Uang BI Suhaedi (kiri Sugeng), dan Kepala Kantor Perwakilan BI Jakarta Doni Joewono.
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia (BI) menyediakan uang tunai pecahan kecil sebesar Rp 200 triliun untuk kebutuhan penukaran jelang Lebaran 2017.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Sugeng mengklaim jumlah itu akan mencukupi kebutuhan warga selama bulan Ramadhan hingga Idul Fitri 1438 Hijriah.

"Prediksi kami, kebutuhannya Rp 167 triliun, dan jumlah ini (uang tunai yang disediakan) Rp 200 triliun lebih dari cukup," kata Sugeng, di Lapangan IRTI Monas, Jakarta Pusat, Rabu (7/6/2017).

Pecahan uang tunai yang disalurkan adalah uang tahun emisi 2014 dan 2016. Dengan demikian, belum semua uang yang ditukarkan merupakan uang desain baru tahun emisi 2016. Bank Indonesia menyediakan uang tunai sebesar Rp 70 triliun dari total Rp 200 triliun yang merupakan uang tahun emisi 2016.

"Sisanya masih uang tahun emisi lama. Tapi semua uang yang disalurkan merupakan uang yang baru dicetak," kata Sugeng.

Adapun penukaran uang dilakukan di seluruh Indonesia dengan mengambil lokasi lapangan serta kantor perwakilan Bank Indonesia tiap kota.

Selain itu, penukaran uang dapat dilakukan melalui kas titipan. Bank Indonesia bekerjasama dengan 77 perbankan dan 45 kantor perwakilan BI. Dengan demikian, dia berharap, penyebaran uang desain baru dapat lebih cepat tersalurkan.

"Kami juga berharap perbankan sekalian melakukan kegiatan pengecekan, apakah ada uang palsu. Penyortiran uang tidak layak edar, ini perlu dimusnahkan juga," kata Sugeng.

Khusus untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya, Bank Indonesia bekerja sama dengan 13 bank menyediakan layanan penukaran uang pecahan kecil di Lapangan Parkir IRTI Monas, mulai 5 hingga 16 Juni 2017, pukul 9.30-14.00.

Penukaran uang di Monas dapat dilakukan dengan uang tunai pada mobil kas Bank Indonesia maupun 13 bank umum yang berpartisipasi. Selain itu, penukaran dapat dilakukan pula dengan menggunakan kartu debet.

(Baca: Banyak ATM Tak Gunakan Uang NKRI Baru, Ini Kata Gubernur BI)

Kompas TV Para pedagang di Demak, Jawa Tengah, resah karena maraknya uang palsu.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.