Cegah Gratifikasi di OJK, Haryono Umar Akan Libatkan KPK

Kompas.com - 07/06/2017, 20:33 WIB
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorMuhammad Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com - Calon Ketua Dewan Audit Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Haryono Umar menyatakan, akan menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mencegah terjadinya gratifikasi di tubuh OJK.

"Saya akan bangun Unit Pengendali Gratifikasi (UPG) dan kita akan kerja sama dengan KPK," ujarnya usai mengikuti uji kelayakan dan kepatutan calon komisioner OJK di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (7/6/2017).

Haryono Umur sendiri bukanlah orang baru dalam hal pencegahan gratifikasi dan bagi KPK. Sebab ia adalah mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2007-2011.

Menurut ia, kehadiran UPK di dalam OJK sangat penting. Bank atau lembaga keuangan lainnya bisa melaporkan jajaran anggota OJK yang terindikasi menerima suap.

"Nanti Dewan Audit akan berkoordinasi dengan KPK. Yang melaporkan ke KPK nanti cukup Dewan Audit," kata Hayono.

Ia menuturkan, gratifikasi bisa terjadi lantaran adanya kesempatan dan pembenaran atas tindakan itu. Oleh karena itu program pengawasan dan pencegahan di internal OJK perlu ditingkatkan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.