Kompas.com - 09/06/2017, 08:00 WIB
Suasana di dalam tower Jakarta Air Traffic Service Center (JATSC) Airnav Indonesia di Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (5/7/2016). Pekerja di ruangan ini tetap bekerja seperti biasa meski saat Lebaran tiba. KOMPAS.com/ANDRI DONNAL PUTERASuasana di dalam tower Jakarta Air Traffic Service Center (JATSC) Airnav Indonesia di Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (5/7/2016). Pekerja di ruangan ini tetap bekerja seperti biasa meski saat Lebaran tiba.
Penulis Achmad Fauzi
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Airnav Indonesia berencana untuk memasang teknologi satelit pemantau penerbangan di Papua. Hal ini dilakukan, untuk menambah fasilitas kenavigasian sekaligus untuk menghindari adanya kecelakaan pesawat. 

Direktur Utama Airnav Indonesia, Novie Riyanto mengatakan, dalam memasang teknologi tersebut perseroan bekerja sama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan  PT INTI (Persero).

"Dalam waktu dekat akan memasang teknologi satelit di Papua Ada tujuh station yang akan kita pasang," ujar Novie di Jakarta, Kamis (8/6/2017).

Novie menjelaskan, teknologi yang digunakan merupakan teknologi terakhir berkembang di penerbangan sipil. Teknologi ini berupa satelit positioning yang mana dapat melihat keberadaan pesawat secara teliti. 

Sehingga, jika pilot menerbangkan pesawat secara disiplin dan alatnya berfungsi, maka dapat menghindari tabrakan antara pesawat dan pesawat dan tabrakan pesawat dengan gunung. 

"Dia juga bisa menghindari meteorologi yang tidak bagus. Misalya di depan ada awan tidak bagus, pesawat akan dihindarkan, " jelas dia.  

Novie menambahkan, Airnav akan mulai membangun teknologi satelit pada Agustus 2017. Dan diharapkan dapat beroperasi pada awal tahun 2018. Namun sayangnya, Novie tidak memberitahukan titi-titik mana di Papua yang akan dibangun.  

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, dana yang dikeluarkan untuk membangun tujuh statisun tersebut didapat dari belanja modal perseoran yang mana secara keseluruhan mencapai Rp 1,8 trliun  

"Bulan Mei ini anggarannya sudah kami ajukan. Jadi Agustus dibangun kemudian akan beroperasi pada awal tahun 2017," pungkas dia. 

(Baca: AirNav Kelola Penerbangan di Bawah 20.000 Kaki di Batam Tahun Ini)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.