Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Asuransi dan Simpanan di Koperasi Minimal Rp 1 Miliar juga Wajib Dilaporkan

Kompas.com - 09/06/2017, 20:16 WIB
Yoga Sukmana

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah memutuskan untuk merevisi batas minimal pelaporan rekening ke Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak dari Rp 200 juga menjadi Rp 1 miliar.

Namun Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, batasan Rp 1 miliar itu tidak hanya berlaku untuk sektor perbankan saja.

"Apakah ini untuk perbankan saja? Tidak. Ini untuk semua lembaga jasa keuangan baik di bawah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atau non OJK," ujar Sri Mulyani di Jakarta, Jumat (9/6/2017).

Lembaga keuangan yang diwajibkan melaporkan pesertanya yang memilki nilai pertanggungan paling sedikit Rp 1 miliar ke Ditjen Pajak adalah lembaga asuransi.

Selain itu, perkoperasian juga memiliki kewajiban yang sama yakni melaporkan anggota koperasinya yang memilik saldo simpanan minimal Rp 1 miliar.

Sementara itu untuk sektor pasar modal dan perdagangan berjangka komoditi, Kemenkeu tidak mengatur batas minimalnya. Artinya berapapun saldonya, wajib dilaporkan ke Ditjen Pajak.

Sri Mulyani mengatakan, pelaporan informasi keuangan itu bukan berarti pemerintah akan memajaki lagi saldo rekening tersebut. Sebab bila saldo itu berasal dari penghasilan rutin maka pasti sudah dipotong Pajak Penghasilan (PPh).

"Ini bukan berarti kalau mereka saldo dilaporkan otomatis jadi obyek pajak. Karena kami kumpulkan data ini dalam rangka untuk perbaiki data basis pajak kita," ucap perempuan yang kerap disapa Ani itu.

Oleh karena itu, ia meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak perlu resah dengan ketentuan itu. Apalagi yang wajib melaporkan informasi itu ke Ditjen Pajak adalah lembaga keuangannya, bukan masyarakat.

Ketentuan pelaporan informasi keuangan adalah ketentuan internasional dalam menyongsong era pertukaran informasi keuangan untuk kepentingan perpajakan pada 2018 mendatang.

Melalui pertukaran itu, Indonesia bisa mendapatkan secara otomatis informasi keuangan WNI yang sengaja menyembunyikan harta di luar negeri yang selama ini tidak terjamah pajak.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo sudah meneken Perppu Nomer 1 Tahun 2017 tentang Akses Informasi Keuangan untuk Kepentingan Perpajakan. Aturan ini di keluarkan untuk memenuhi ketentuan internasional.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Cara Bayar Shopee lewat ATM BRI dan BRImo dengan Mudah

Cara Bayar Shopee lewat ATM BRI dan BRImo dengan Mudah

Spend Smart
Apa yang Dimaksud dengan Inflasi dan Deflasi?

Apa yang Dimaksud dengan Inflasi dan Deflasi?

Earn Smart
Gampang Cara Cek Mutasi Rekening lewat myBCA

Gampang Cara Cek Mutasi Rekening lewat myBCA

Spend Smart
Penurunan Yield Obligasi Tenor 10 Tahun Indonesia Berpotensi Tertahan

Penurunan Yield Obligasi Tenor 10 Tahun Indonesia Berpotensi Tertahan

Whats New
Gaji ke-13 untuk Pensiunan Cair Mulai 3 Juni 2024

Gaji ke-13 untuk Pensiunan Cair Mulai 3 Juni 2024

Whats New
Masuk ke Beberapa Indeks Saham Syariah, Elnusa Terus Tingkatkan Transparansi Kinerja

Masuk ke Beberapa Indeks Saham Syariah, Elnusa Terus Tingkatkan Transparansi Kinerja

Whats New
Pesawat Haji Boeing 747-400 Di-'grounded' Pasca-insiden Terbakar, Garuda Siapkan 2 Armada Pengganti

Pesawat Haji Boeing 747-400 Di-"grounded" Pasca-insiden Terbakar, Garuda Siapkan 2 Armada Pengganti

Whats New
ASDP Terus Tingkatkan Peran Perempuan pada Posisi Tertinggi Manajemen

ASDP Terus Tingkatkan Peran Perempuan pada Posisi Tertinggi Manajemen

Whats New
Jaga Loyalitas Pelanggan, Pemilik Bisnis Online Bisa Pakai Strategi IYU

Jaga Loyalitas Pelanggan, Pemilik Bisnis Online Bisa Pakai Strategi IYU

Whats New
Bulog Targetkan Serap Beras Petani 600.000 Ton hingga Akhir Mei 2024

Bulog Targetkan Serap Beras Petani 600.000 Ton hingga Akhir Mei 2024

Whats New
ShariaCoin Edukasi Keuangan Keluarga dengan Tabungan Emas Syariah

ShariaCoin Edukasi Keuangan Keluarga dengan Tabungan Emas Syariah

Whats New
Insiden Kebakaran Mesin Pesawat Haji Garuda, KNKT Temukan Ada Kebocoran Bahan Bakar

Insiden Kebakaran Mesin Pesawat Haji Garuda, KNKT Temukan Ada Kebocoran Bahan Bakar

Whats New
Kemenperin Pertanyakan Isi 26.000 Kontainer yang Tertahan di Pelabuhan Tanjung Priok dan Tanjung Perak

Kemenperin Pertanyakan Isi 26.000 Kontainer yang Tertahan di Pelabuhan Tanjung Priok dan Tanjung Perak

Whats New
Tingkatkan Akses Air Bersih, Holding BUMN Danareksa Bangun SPAM di Bandung

Tingkatkan Akses Air Bersih, Holding BUMN Danareksa Bangun SPAM di Bandung

Whats New
BEI: 38 Perusahaan Antre IPO, 8 di Antaranya Punya Aset di Atas Rp 250 Miliar

BEI: 38 Perusahaan Antre IPO, 8 di Antaranya Punya Aset di Atas Rp 250 Miliar

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com