DPR Minta Pemerintah Serius Kembangkan Buah Lokal

Kompas.com - 13/06/2017, 09:15 WIB
Pedagang buah menunggu pembeli di Pasar Johar, Kota Semarang, Jawa Tengah, (28/1/2013). Dalam satu bulan ini buah lokal mendominasi pasar setelah pasokan buah impor mulai terbatas dengan harga dua kali lipat lebih tinggi di pasar.

KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASAPedagang buah menunggu pembeli di Pasar Johar, Kota Semarang, Jawa Tengah, (28/1/2013). Dalam satu bulan ini buah lokal mendominasi pasar setelah pasokan buah impor mulai terbatas dengan harga dua kali lipat lebih tinggi di pasar.
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Keberadaan buah impor baik di pasar tradisional maupun ritel modern menjadi hal yang taidak dapat dipungkiri oleh pemerintah.

Salah satu Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat ( DPR) Fauzih Amro mengeluhkan keberadaan buah impor yang beredar hingg pasar tradisional.

Dirinya mengusulkan kepada pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertanian (Kementan) untuk lebih fokus mengembangkan buah-buah lokal yang bisa bersaing dengan buah impor.

"Ditjen hortikultura harus lebih fokus bagaimana (mengembangkan) keberadaan buah-buah lokal. Sekarang buah-buah impor sudah sangat dominan sehingga tidak ada kita temukan buah-buah lokal di tempat tempat penjualan buah," tegasnya saat rapat kerja Kementerian Pertanian (Kementan) di Jakarta, Senin (12/6/2017).

Dia menjelaskan, pemerintah yakni Kementan dan Kementerian Perdagangan agar bisa mengatur tata niaga terkait komoditas buah-buahan.

"Menurut saya perlu tata niaga dengan Kementerian Perdagangan," tambahnya.

Menurutnya, jangan sampai terjadi kejadian importasi singkong yang menjadi sorotan banyak pihak meskipun Indonesia sangat mampu memproduksi singkong dalam jumlah yang besar.

"Misalnya kemarin masalah singkong, padahal tidak ada niat (impor) dari Kementerian Pertanian, tetapi ada niatnya dari Perdagangan yang mengimpor singkong. Hal-hal seperti iti sebaiknya dikoordinasikan dengan Perdagangan," tambahnya.

Menteri Pertanian ( Mentan) Andi Amran Sulaiman, mengungkapkan, pihaknya akan mengembangkan tanaman buah pada program kerja pada tahun ini dan tahun 2018 mendatang.

"Kegiatan kegiatan utama yang diusulkan melalui mekanisme APBN 2017 dan 2018. Yaitu produksi bibit atau benih buah mangga 1,3 juta batang, jeruk 1,4 juta batang, manggis 326.000 batang," jelas Mentan Amran.

Selanjutnya, buah salak 1,7 juta batang, durian 937.000 batang, pisang 2,1 juta batang, apel 361.000 batang, pepaya 2 juta batang.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X