Luhut Minta Harga Gas Blok Masela 5,86 Dollar AS Per MMBTU

Kompas.com - 13/06/2017, 17:09 WIB
Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, saat konferensi pers di kantornya di kawasan MH Thamrin Jakarta Pusat, Selasa (23/5/2017). KOMPAS.com/KURNIA SARI AZIZAMenko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, saat konferensi pers di kantornya di kawasan MH Thamrin Jakarta Pusat, Selasa (23/5/2017).
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorMuhammad Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan ingin harga jual gas di Blok Masela tidak terlalu mahal. Dengan begitu, diharapkan industri mau membeli hasil gas dari lapangan gas abadi tersebut.

"Kami mau harganya 5,86 dollar AS per MMBTU," ujarnya usai menggelar konferensi pers di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (13/6/2017).

Namun Luhut juga meminta Inpex Corporation salaku operator Blok Masela segera menyelesaikan proses studi desain awal atau Pre-Front End Engineering Design/Pre-FEED).

Luhut akan kembali membahas detail berbagai hal dengan Inpex Corporation. Rencananya pertemuan lanjutan akan dilakukan pada pekan depan.

Saat ini, ada tiga sektor industri yang melirik gas dari lapangan gas yang berada di Laut Arafura, Maluku itu. Industri yang tertarik dengan gas Masela adalah industri metanol, industri pupuk, dan industri dimethyl ether (DME).

Sebelumnya, Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto mengatakan, ketiga industri tersebut sedang menunggu lokasi pembangunan kilang Blok Masela.

Setelah ada kepastian, ketiga industri akan menentukan lokasi pembangunan pabrik dan melakukan Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG).

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X