JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral terus memantau naik turunnya pergerakan harga minyak dunia yang bisa berimbas ke harga BBM di Tanah Air.
"Kita monitor terus harga perolehannya. Harga bergerak naik turun," ujar Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Kementerian ESDM, IGN Wiratmaja, di komplek parlemen DPR RI, Jakarta, Selasa (13/6/2017).
Tak hanya itu, Kementerian ESDM kata dia juga memantau kurs dollar terhadap rupiah dan Mean of Platts Singapore (Mops) yakni penilaian produk untuk trading minyak di kawasan Asia.
"Mops-nya sempat naik, terus turun lagi, kemudian agak datar. Setelah ada Qatar kemarin mulai naik sedikit, tapi turun lagi. Begitu," kata dia.
Ia menambahkan, hasil kajian dengan berbagai indikator itu akan dilaporkan ke Menteri ESDM dan Wakil Menteri ESDM, Ignasius Jonan dan Archandra Taher terlebih dulu sebelum dibawa ke Presiden Joko Widodo.
"Kita monitor terus. Harus dilaporkan dulu. Keputusan kan tetap ada di pimpinan. Kita hanya kaji semua data dan segala macam," ujar dia.
Karenanya, harga BBM untuk bulan Juli belum bisa dipastikan. Sebab, pihaknya sedang melakukan kajian, apakah harga BBM perlu dinaikkan, diturunkan, atau tetap pada bulan depan.
"Harga BBM baru bisa jadi sama, bisa jadi turun, bisa jadi naik. Kalau tiap tiga bulan ya per satu Juli penetapannya," kata Wiratmaja.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.