Pedagang: Puluhan Tahun Pasar Tradisional Dikuasai Pemain Besar

Kompas.com - 14/06/2017, 13:22 WIB
Foto Pedagang Sembako di Pasar Tradidisional Poso Pada Rabu (14/12/2016) Mansur K103-15Foto Pedagang Sembako di Pasar Tradidisional Poso Pada Rabu (14/12/2016)
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Persoalan gejolak harga pangan menjelang hari-hari besar keagamaan menjadi perhatian pemerintah. Namun baru saat ini pemerintah akhirnya melibatkan peran pedagang pasar tradisional dalam menjaga stabilitas harga pangan.

Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) Abdullah Mansuri mengatakan, selama ini gejolak harga pangan sulit dikendalikan akibat panjangnya rantai distribusi dan mekanisme pasar dikuasai segelintir pebisnis besar.

"Rantai distribusi menjadi tidak melalui agen atau tengkulak tetapi langsung dari pabrik kepada pedagang pasar. Memang sudah puluhan tahun pasar dikuasai oleh pemain-pemain besar," kata Mansuri kepada Kompas.com, Rabu (14/6/2017).

Mansuri menambahkan, pihaknya menjadi salah satu dalam asosiasi pedagang yang dilibatkan pemerintah dalam stabilisasi harga pangan dan pemangkasan rantai distribusi.

"Kemendag dan IKAPPI (kerja sama) dalam rangka mempercepat proses distribusi, nanti akan memungkinkan untuk (pemangkasan distribusi) beberapa komoditas," ujar Mansuri.

Menurutnya, dengan ini ada dua komoditas strategis yakni minyak goreng dan gula pasir yang langsung dipasok dari produsen kepada pedagang pasar.

"Ini agar pedagang mendapatkan keuntungan dan pedagang tidak selalu menjadi kambing hitam saat harga-harga tinggi, karena sebenarnya bukan kesalahan pedagang yang menentukan harga di pasar itu adalah orang dibelakang mereka atau pensuplai mereka," jelas Mansuri.

Dengan kerja sama antara pedagang dan pemerintah, saat ini sedang dilakukan penyelarasan teknis dan pelaksanaannya dilapangan agar pengendalian harga dan pemangkasan rantai distribusi pangan bisa dilakukan seluruh pihak.

"Kemarin sudah kami teken MoU-nya kemarin malam. Dan memang ada beberapa poin yang kami tawarkan selama ini pedagang bayar ada barang, tetapi kali ini kami meminta agar ada kemudahan dalam hal pembayaran artinya pembayarannya ada jeda seperti ritel modern," paparnya.

Pihaknya pun telah melakukan sosialisasi kepada para pedagang pasar di wilayah Jakarta terkait kerja sama dengan pemerintah.

"Sosialisasi pedagang kami sudah panggil dari 42 pasar di DKI Jakarta kami sudah sampaikan niatan ini dan ini harus dilakukan karena ini memang untuk kebaikan pedagang juga dan sudah ada beberapa pasar yang bersedia diintervensi oleh IKAPPI dan Kemendag," pungkasnya.

(Baca: Harga Pangan Kini Bisa Dicek Lewat Aplikasi)

Kompas TV Pemerintah Harus Tetapkan Harga Acuan Selama Ramadhan

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X