Sistem Logistik Nasional Dinilai Belum Efisien

Kompas.com - 14/06/2017, 14:06 WIB
Suasana Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Minggu (23/4/2017). KOMPAS.com/ESTU SURYOWATISuasana Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Minggu (23/4/2017).
Penulis Achmad Fauzi
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan merasa belum puas dengan sistem logistik nasional. Pasalnya, saat ini biaya logistik di Indonesia masih terlalu tinggi.

"Dwell time memang berhasil diturunkan 3 hari sekian itu. Akan tetapi saya pribadi belum puas. Karena ternyata kami cek biayanya masih tinggi," ujar Luhut di Ruang Sidang Badan Anggaran DPR RI, Jakarta, Rabu (14/5/2017).

Selain itu, Luhut menuturkan terdapat kegiatan-kegiatan di pelabuhan yang tidak efisisen. Menurut dia, salah satunya pada kegiatan pemindahan kontainer dari truk ke kapal. Sehingga, hal ini yang menyebabkan biaya logistik masih tinggi.

"Hampir 50 persen (yang inefisien). Studi McKinsey menunjukkan inefisiensi di pelabuhan itu Rp 720 triliun," jelas dia.

Oleh karena itu, mantan Kepala Staf Presiden ini meminta kepada Direksi Pelindo I, II, III, dan IV untuk melaporkan perkembangan sistem logistik. Bahkan, Luhut akan meminta Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno untuk mencopot Direktur Utama Pelindo, jika biaya logistik masih dilihat terlalu tinggi.

"Habis lebaran saya minta Pelindo harus lapor. Saya sudah bilang Bu Rini, kalau macem-macem ganti saja. We have to make choice," pungkas dia.

Sekadar informasi, saat ini waktu tunggu bongkar muat kapal atau dwell time di Pelabuhan Belawan selama 3,73 hari, kemudian di Pelabuhan Tanjung Priok 3,69 hari. Sementara itu, Pelabuhan Tanjung Perak selama 4,35 hari, dan Pelabuhan Makassar 0,66 hari.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X