BPS: Indeks Perilaku Anti Korupsi 2017 Naik Jadi 3,71

Kompas.com - 15/06/2017, 15:15 WIB
Seorang balita tengah berpose dengan menggunakan alat peraga bertuliskan “KTP Anti Korupsi” saat kegiatan car free day di Bundaran Hotel Indonesia, Minggu (19/3/2017). Sejumlah kelompok masyarakat menyerukan gerakan agar pemerintah serius mengusut kasus dugaan korupsi e-KTP hingga tuntas. KOMPAS.com / DANI PRABOWOSeorang balita tengah berpose dengan menggunakan alat peraga bertuliskan “KTP Anti Korupsi” saat kegiatan car free day di Bundaran Hotel Indonesia, Minggu (19/3/2017). Sejumlah kelompok masyarakat menyerukan gerakan agar pemerintah serius mengusut kasus dugaan korupsi e-KTP hingga tuntas.
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pusat Statistik ( BPS) merilis data Indeks Perilaku Anti Korupsi (IPAK) 2017. Hasilnya dari skala 0-5, IPAK 2017 sebesar 3,71 atau naik dari tahun 2015 yang hanya 3,59.

"Semakin mendekati 5 menunjukan bahwa perilaku semakin anti korupsi," ujar Deputi Bidang Statistik Sosial BPS Sairi Hasbullah di Jakarta, Kami (15/6/2017).

Berdasarkan dimensi utama IPAK, indeks persepsi dan indeks pengalaman menunjukan adanya konsistensi. Sebab kedua dimensi itu sama-sama mengalami kenaikkan. Indeks persepsi anti korupsi 2017 ada di posisi 3,81, naik dari 3,73 pada 2015.

Adapun indeks pengalaman ada di posisi 3,60, naik dari 3,39 pada 2015. Hal ini berbeda dengan 2015 lalu di mana indeks persepsi anti korupsi naik, namun indeks pengalaman masyarakat justru turun.

Survei IPAK 2017 dilaksanakan BPS sejak Februari lalu yang mencakup 33 provinsi. Adapun sampel yang digunakan oleh BPS berjumlah 10.000 rumah tangga.

Survei ini bertujuan untuk mengukur tingkat permisifitas masyarakat terhadap perilaku korupsi dengan menggunakan Indeks Perilaku Anti Korupsi (IPAK).

Namun IPAK hanya mengukur perilaku masyarakat terhadap tindakan korupsi skala kecil. Data yang dikumpulkan mencakup pendapat terhadap kebiasaan di masyarakat dan pengalaman berhubungan dengan layanan publik mulai dari perilaku penyuapan, pemerasan, dan nepotisme.

(Baca: Perkuat Data Koperasi dan UMKM, Kemenkop Gandeng BPS)

Kompas TV Di kota Monterrey, Meksiko ada salah satu tur unik yang wajib anda ikuti yakni Corruptour. Ini merupakan tur anti korupsi pertama di dunia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X