5 Berita Populer Ekonomi: Lowongan CPNS, Hingga Tarif Listrik yang Mencekik

Kompas.com - 16/06/2017, 06:25 WIB
 Menteri Pertanian Amran Sulaiman berswafoto dengan sejumlah Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) yang telah diangkat menjadi CPNS di Alun-alun Bung Karno, Ungaran, Kabupaten Semarang, Selasa (11/4/2017) siang. kompas.com/ syahrul munir Menteri Pertanian Amran Sulaiman berswafoto dengan sejumlah Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) yang telah diangkat menjadi CPNS di Alun-alun Bung Karno, Ungaran, Kabupaten Semarang, Selasa (11/4/2017) siang.
Penulis Aprillia Ika
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Di Indonesia, profesi sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) masih dianggap sebagai profesi yang memberikan kesejahteraan dan kebanggaan.

Kebanggaan menyandang seragam dan pangkat PNS memang tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata. Apalagi satu kandidat terkadang harus menyingkirkan ribuan rival.

Sekali seseorang masuk jadi PNS, seolah-olah hidupnya sudah dijamin nyaman. Juga akan terhormat karena dia menjadi abdi negara, atau istilah lama-nya yakni menjadi kaum priyayi. 

Kebanggan jadi PNS ini, serta godaan hidup nyaman dan terhormat, membuat banyak muda-mudi lulusan sekolah dan sarjana yang berlomba mendaftar menjadi calon PNS (CPNS).

Padahal, pemerintah saat ini memberlakukan moratorium pengangkatan PNS baru dari masyarakat umum. Sebab masih ingin membenahi birokrasi Indonesia yang tambun bentuknya dan menyedot sebagian besar anggaran negara.

(Baca: Presiden Jengkel, PNS Habiskan Energinya Hanya untuk SPJ)

Namun, pemerintah ternyata masih membuka celah lowongan CPNS dengan mebel-embel formasi khusus. Artinya, hanya orang dengan keahlian khusus tersebut saja yang bisa mendaftar. Misalnya, guru di garis depan (perbatasan dan wilayah terpencil RI), penyuluh pertanian, petugas lapas dan imigrasi, hingga hakim atau aparat hukum.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tidak heran jika pembukaan lowongan CPNS menjadi sorotan pembaca kanal ekonomi di Kompas.com pada Kamis (15/6/2017) lalu.

Berita lain yang jadi perhatian pembaca kanal ekonomi yakni mengenai kenaikan tarif listrik di Indonesia.

Sejumlah konsumen memaparkan kondisi riil di rumah tangganya yang mengalami kenaikan pembayaran tarif listrik.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.