Pengambilalihan Ruang udara RI di Blok ABC Perlu Proses Panjang

Kompas.com - 16/06/2017, 15:10 WIB
Suasana di dalam Operation Room Jakarta Air Traffic Service Center (JATSC) Airnav Indonesia di Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (5/7/2016). Pekerja di ruangan ini tetap bekerja saat Lebaran. KOMPAS.com/ANDRI DONNAL PUTERASuasana di dalam Operation Room Jakarta Air Traffic Service Center (JATSC) Airnav Indonesia di Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (5/7/2016). Pekerja di ruangan ini tetap bekerja saat Lebaran.
EditorAprillia Ika

Artinya, wilayah ruang udara tidak harus berhimpit dengan batas wilayah negara karena wilayah ruang udara tidak berkaitan dengan persoalan kedaulatan.

"Perubahan terhadap batas FIR Singapura-Indonesia ini memerlukan peningkatan kemampuan teknis operasional manajemen lalu lintas penerbangan Indonesia yang meliputi aspek infrastruktur, kuantitas dan kualitas SDM," kata dia melalui keterangannya.

(Baca: AirNav Kelola Penerbangan di Bawah 20.000 Kaki di Batam Tahun Ini)

Pelayanan Navigasi

Dalam kesempatan yang sama, Dirjen Hukum dan Perjanjian lnternasional Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Andri Hadi mengatakan bahwa Flight Information Region (FIR) adalah soal pelayanan navigasi penerbangan yang tidak terkait dengan kedaulatan.

Pengertian ini tercantum pada Annex 11 tentang Air Traffic Services dari Konvensi Penerbangan Sipil lnternasional 1944, yang dikenal dengan nama Konvensi Chicago.

Dalam aturan ini disebutkan bahwa Flight Information Region (FIR) adalah suatu wilayah udara dimana dalam wilayah udara tersebut diberikan pelayanan informasi penerbangan (flight information service) dan pelayanan peringatan dan kesiapsiagaan (alerting service).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sekadar informasi, seminar yang diprakarsai oleh Kementerian Luar Negeri dan Masyarakat Hukum Udara tersebut menampilkan berbagai nara sumber yang terkait dengan penanganan Flight Information Region (FIR).

Para nara sumber tersebut antara lain dari Kementerian Luar Negeri, Kementerian Perhubungan, Kantor Regional ICAO Asia Pasifik, AirNav Indonesia, Masyarakat Hukum Udara, dan dari kalangan akademisi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.