Menteri Susi Duga Ada "Jebakan Batman" dalam Kasus PT Garam

Kompas.com - 16/06/2017, 18:55 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti meninjau sebuah tambak garam di Desa Majungan, Kecamatan Pademawu, Pamekasan, Jawa Timur, Jumat (11/9/2015). Dalam acara Festival Garam Nasional itu, Susi juga berdialog dengan para petani garam dari beberapa daerah dan membahas mengenai upaya meningkatkan harga garam rakyat. KOMPAS/HERPIN DEWANTO PUTROMenteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti meninjau sebuah tambak garam di Desa Majungan, Kecamatan Pademawu, Pamekasan, Jawa Timur, Jumat (11/9/2015). Dalam acara Festival Garam Nasional itu, Susi juga berdialog dengan para petani garam dari beberapa daerah dan membahas mengenai upaya meningkatkan harga garam rakyat.
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengaku belum melihat adanya kesalahan PT Garam terkait dugaan korupsi impor garam.

Ia justru melihat adanya indikasi jabakan dari pihak-pihak tertentu kepada PT Garam, sehingga BUMN tersebut terseret dalam dugaan korupsi impor garam.

"Bahwa kemudian ada kemungkinan disalahgunakan. Baru kemungkinan ya, karena indikasi ada permainan yang menjebak sana sini juga kelihatan sekali," ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (16/6/2017).

Susi tidak menyebut lantang siapa pihak yang menurutnya menjebak PT Garam. Hanya saja ia menyorot tajam para mantan importir garam yang perannya digantikan oleh PT Garam.

Saat ini impor garam dilakukan hanya lewat satu pintu yakni PT Garam. Padahal dulu impor garam bisa dilakukan oleh banyak perusahaan.

"Saya melihat di sini kemungkinannya banyak, yang dulu biasa impor terus comfort zone hilang terus membuat pelaporan," kata Susi.

Meski begitu, Susi menghormati proses penyidikan kasus dugaan impor garam oleh Badan Reserse Kriminal Polri. Bila orang-orang yang bermain dalam impor garam dan menyebabkan kerugian negara, maka menurut Susi orang itu layak untuk diganjar hukuman setimpal.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Jadi ini persoalan yang memang masih ada ambigu sana sini. Kami konsultasi dengan Bareskrim dan kami menunggu penyelidikan lebih lanjut," ucap menteri nyentrik asal Pangandaran Jawa Barat itu.

Susi juga menegaskan, kalau ada kasus impor garam, pemerintah tidak akan mundur dalam perbaikan tata kelola impor garam. Ia tak ingin tata kelola garam justru dikuasai oleh kartel.

Baca tentang


25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X