Kompas.com - 17/06/2017, 09:14 WIB
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorMuhammad Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com -Pencabutan subsidi listrik rumah tangga mampu 900 VA menyetrum 18,8 pelanggan listrik 900 VA. Maklum dengan dicabutnya subsidi, otomatis tarif listrik 900 VA menjadi lebih mahal dari sebelumnya.

Namun pemerintah menegaskan, pencabutan listrik 900 VA dilakukan lantaran 18,8 juta pelanggan tergolong orang mampu dan tidak berhak mendapatkan subsidi yang sejatinya hanya untuk orang miskin.

Menelisik ke belakang, subsidi listrik bukanlah hal yang baru. Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mencatat triliunan rupiah subsidi listrik dikeluarkan setiap tahunnya.

"Kami sampaikan story mengenai perkembangan subsidi (listrik) sejak 2001," ujar Dirjen Anggaran Kementerian Keuangan Askolani dalam acara diskusi di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta, Jumat (16/6/2017).

Awalnya tutur Askolani, subsidi diberikan hanya kepada PT PLN. Namun pada 2002-2004 dilakukan perubahan, subsidi diberikan kepada pelanggan listrik yang memakai daya listrik 450 VA dan konsumsi 60 KW.

Menurut ia, subsidi listrik sampai 2004 itu benar-benar subsidi berbasis pembatasan, karena yang memakai 60 KW benar-benar masyarakat yang belum mampu. Sehingga anggaran subsidi hanya Rp 3-4 triliun saja.

Namun anggaran subsidi membengkak hingga Rp 100 triliun pada 2012-2014. Hal ini disebabkan adanya kenaikan harga minyak dunia yang berdampak kepada peningkatan biaya produksi listrik. Saat itu tutur Askolani, subsidi listik diberikan hingga pengguna 5.500 KW Ke ke atas.

"Bisa dibayangkan bahwa konsumen kaya yang gunakan 5.500 KW itu pasti kami nilai rumahnya cukup mewah," kata dia.

(Baca: Subsidi Listrik Banyak Dinikmati Orang Kaya)

Kemudian pemerintah membuat perubahan yang fundamental pasca 2017. Alokasi subsidi listrik kembali dialokasikan hanya untuk masyarakat yang tidak mampu. Perubahan itu terlihat di APBN 2017.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.