PLN Sumbang Rp 10 Miliar untuk Anak Yatim dan Dhuafa se-Indonesia

Kompas.com - 19/06/2017, 19:58 WIB
Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla Hadir dalam Acara PLN Buka Puasa Bersama. Acara Bertajuk Berbagi Kebahagiaan Bersama Anak Yatim dan Dhuafa tersebut digelar di Jakarta Convention Center, Senin (19/6/2017). KOMPAS.com/ MOH NADLIRWakil Presiden RI, Jusuf Kalla Hadir dalam Acara PLN Buka Puasa Bersama. Acara Bertajuk Berbagi Kebahagiaan Bersama Anak Yatim dan Dhuafa tersebut digelar di Jakarta Convention Center, Senin (19/6/2017).
Penulis Moh. Nadlir
|
EditorMuhammad Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero menggelar acara buka puasa bersama dengan lebih dari 24.000 anak yatim dan dhuafa serentak se-Indonesia. Di Jakarta, PLN mengundang 3.200 anak yatim dan dhuafa dari 64 yayasan se-Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek).

Direktur Utama, PT PLN Persero, Sofyan Basir mengatakan bahwa kegiatan ini digelar untuk menumbuhkan kepedulian dan berbagi kepada sesama, utamanya anak yatim dan dhuafa.

"Dengan berbagi kita bisa merasakan bahagia, dengan berbagi menjadikan kita berarti bagi sesama," kata Sofyan di Jakarta Convention Center, Senin (19/6/2017). PLN juga secara simbolis memberikan dana santunan dengan total Rp 2,65 miliar yang akan disumbangkan ke 64 yayasan di Jabodetabek.

"Total donasi yang diberikan PLN kepada anak yatim dan dhuafa di seluruh wilayah lndonesia kurang lebih Rp 10 miliar," kata Sofyan. "Ada sebagian dari hak mereka di kami. Kami berharap ini semua dapat bermanfaat bagi anak-anak dan membawa keberkahan untuk semuanya," tambah dia.

Sofyan juga berujar, dana santunan tersebut berasal dari dana PLN Peduli dan sebagian dari zakat pegawai PLN yang dikelola oleh Lembaga Amil Zakat, infaq dan Shadaqoh (Lazis) PLN.

"Kami juga mohon doa diberi kelancaran dalam menjalankan tugas PLN dan dapat keberkahan dari Allah," tutup Sofyan.

Sementara itu, Wakil Presiden RI Jusuf Kalla yang hadir dalam kegiatan tersebut memberikan apreasiasi kepada PLN yang memberikan santunan kepada anak yatim dan dhuafa di Indonesia.

"Dalam agama memang dianjurkan untuk menyantuni anak yatim. Karena santunan kepada anak yatim adalah amalan yang sangat berharga dan doa anak yatim diijabahi oleh Allah SWT," kata Kalla.

Kalla berharap, santunan tersebut dapat bermanfaat bagi para anak yatim dan dhuafa tersebut. "Tentunya sumbangan, santunan harus bermanfaat bagi kehidupan anak-anak skalian," kata Kalla.

Kalla pun berharap anak yatim piatu dan dhuafa itu mendoakan agar kinerja Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut tak ada kendala ke depannya.

"Tentunya mendoakan agar PLN selalu bekerja dengan baik, menampilkan sesuatu tugas-tugas yang baik, memberikan penerangan dan cahaya bagi kita semua. Itu lah harapan kita semua," kata Kalla.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mentan SYL Ajak Saudagar Bugis Bangun Sektor Pertanian

Mentan SYL Ajak Saudagar Bugis Bangun Sektor Pertanian

Rilis
Contoh Surat Perjanjian Utang Piutang yang Baik dan Benar

Contoh Surat Perjanjian Utang Piutang yang Baik dan Benar

Whats New
Harga Sawit Anjlok, Petani Bakal Geruduk Kantor Airlangga hingga Istana Negara

Harga Sawit Anjlok, Petani Bakal Geruduk Kantor Airlangga hingga Istana Negara

Whats New
Jangan Lupa, Hari Ini Ada Pemeliharaan Jalan Tol Cipularang dan Jagorawi

Jangan Lupa, Hari Ini Ada Pemeliharaan Jalan Tol Cipularang dan Jagorawi

Whats New
Pemangku Kepentingan Kelapa Sawit Minta Pemerintah Evaluasi Larangan Ekspor CPO

Pemangku Kepentingan Kelapa Sawit Minta Pemerintah Evaluasi Larangan Ekspor CPO

Whats New
India Larang Ekspor Gandum, Ekonom : Bisa Bikin Harga Daging dan Telur Naik

India Larang Ekspor Gandum, Ekonom : Bisa Bikin Harga Daging dan Telur Naik

Whats New
Harga Minyak Goreng Masih Mahal, Simak Minimarket hingga Supermarket yang Gelar Promo

Harga Minyak Goreng Masih Mahal, Simak Minimarket hingga Supermarket yang Gelar Promo

Spend Smart
RI Jadi Magnet Kripto Baru, 15 Negara Rembuk di Bali

RI Jadi Magnet Kripto Baru, 15 Negara Rembuk di Bali

Whats New
Sisa 45 Hari, Harta yang Diungkap dalam PPS Tembus 86,55 Triliun

Sisa 45 Hari, Harta yang Diungkap dalam PPS Tembus 86,55 Triliun

Whats New
Nilai Limit di Bawah Rp 300 Juta, Simak Daftar Lelang Rumah di Bandung

Nilai Limit di Bawah Rp 300 Juta, Simak Daftar Lelang Rumah di Bandung

Whats New
Jenis Tabungan, Jumlah Setoran Awal BRI, serta Biaya-biaya Lainnya

Jenis Tabungan, Jumlah Setoran Awal BRI, serta Biaya-biaya Lainnya

Whats New
Penuhi Pasokan Dalam Negeri, India Larang Ekspor Gandum

Penuhi Pasokan Dalam Negeri, India Larang Ekspor Gandum

Whats New
Kilang Balikpapan yang Kebakaran Masih Diperbaiki, Pertamina Pastikan Suplai BBM Tidak Terganggu

Kilang Balikpapan yang Kebakaran Masih Diperbaiki, Pertamina Pastikan Suplai BBM Tidak Terganggu

Whats New
Digugat Rp 322 Miliar gara-gara Tabungan Emas, PT Pegadaian Buka Suara

Digugat Rp 322 Miliar gara-gara Tabungan Emas, PT Pegadaian Buka Suara

Whats New
Pegadaian Digugat Rp 322 Miliar Gara-gara Tabungan Emas

Pegadaian Digugat Rp 322 Miliar Gara-gara Tabungan Emas

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.