Perluas Jaringan Toko Tani Indonesia, Kementan Gandeng BUMN Pertani

Kompas.com - 20/06/2017, 21:49 WIB
Penandatanganan Nota Kesepahaman antara Badan Ketahanan Pangan, dengan PT Pertani (Persero) di Toko Tani Indonesia Center (TTIC), Pasar Minggu, Jakarta, Selasa (20/6/2017). KOMPAS.com/PRAMDIA ARHANDO JULIANTOPenandatanganan Nota Kesepahaman antara Badan Ketahanan Pangan, dengan PT Pertani (Persero) di Toko Tani Indonesia Center (TTIC), Pasar Minggu, Jakarta, Selasa (20/6/2017).
|
EditorMuhammad Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com - Setelah menggandeng PT Gojek Indonesia melalui aplikasi Go-Mart untuk memperluas pemasaran komoditi bahan pangan pokok strategis dengan harga terjangkau dan berkualitas, kini Toko Tani Indonesia ( TTI) Kementerian Pertanian (Kementan) menggandeng PT Pertani (Persero).

Tujuannya juga untuk memperluas jangkauan pemasaran bahan pangan pokok strategis. Kerja sama tersebut dilakukan untuk memudahkan masyarakat dalam membeIi bahan pangan pokok dan strategis dengan harga terjangkau.

Kerja sama tersebut ditandai dengan Penandatanganan Nota Kesepahaman antara Badan Ketahanan Pangan, dengan PT Pertani (Persero) di Toko Tani Indonesia Center (TTIC), Pasar Minggu, Jakarta, Selasa (20/6/2017).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Ketahanan Pangan Spudnik Sudjono menungkapkan, nota kesepahaman itu dimaksudkan sebagai landasan dalam rangka Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat (PUPM) melalui TTI.

"Ini bagian daripada pengembangan TTI dalam rangka pelayanan produk pertanian kepada konsumen, artinya dalam rangka memontong rantai pasok," papar Spudnik.

Menurutnya, pengembangan TTI tidak hanya sebatas perluasa jaringan saja, tetapi juga harus membesarkan TTI secara masif, agar keberadaannya dapat diketahui oleh masyarakat dan berguna bagi masyarakat.

"Tidak cukup disitu (pengembangan), kedepannya harus membesarkan TTI, dan harus melibatkan seluruh stakeholder termasuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) . Dan Pertani salah satu BUMN yang sudah bergabung untuk membesarkan TTI," tegasnya.

DaIam kerja sama ini TTI yang dikelola Badan Ketahanan Pangan Kementan akan melakukan pembinaan dan pemantauan kepada TTI di seluruh Indonesia, melakukan penentuan harga pangan di TTI. Sedangkan PT Pertani (Persero) sebagai perusahaan BUMN akan melaksanakan pengembangan outlet TTI di seluruh Indonesia.

"Kami akan membangun 100 titik mendirikan TTI di seluruh Indonesia dan kami akan membangun gudang-gudang kering dan basah, untuk mendukung distribusi bahan pangan, dan dua hal ini kami akan laksanakan dalam waktu dekat," pungkas Direktur Utama PT Pertani Wahyu.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X